Warga Desa Runtu Tetap Gunakan Air Sungai Meskipun Keruh

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 15 September 2019 - 18:00 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kemarau membuat debit air sungai Arut, di Desa Runtu, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat menurun drastis. Walaupun begitu sejumlah warga bantaran sungai tetap gunakan air ini untuk keperluan sehari - hari meskipun kondisinya sangat keruh.

Warga bantaran sungai di Sungai Arut memanfaatkan air sungai untuk keperluan sehari - hari, mulai dari mandi, mencuci pakaian bahkan minum.

"Kalau kondisinya kemarau seperti saat ini ya kami pakai buat mandi, cuci saja, kalau minum beli di depo air," ujar Suyatu (45) warga Rt 4 Desa Runtu, Minggu, 15 September 2019.

Pantauan Borneonews tepat di Jembatan Sei Runtu, nampak debit air yang mulai menyusut dan kondisi air cukup keruh. Namun terlihat masyarakat tetap memanfaatkannya untuk mencuci dan mandi.

Hal yang sama diungkapkan oleh Pak Jamber warga sekitar Jembatan Sei Runtu Desa Runtu, ia mengungkapkan bahwa sudah hampir dua bulan mengalami kondisi demikian.


"Sudah hampir dua bulan seperti ini dan juga hampir setiap kemarau kondisinya kering seperti ini mas," ungkapnya.

Hanya sebagian warga saja yang menggunakan air sumur. "Sebagian aja ada yang pakai sumur tapi ya sama aja kalau musim seperti ini air susah," tandasnya. (DANANG/B-5)

Berita Terbaru