BMKG: Musim Kemarau di Kotawaringin Timur Diprediksi Berakhir Oktober 2019

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 15 September 2019 - 19:16 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Musim kemarau di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diprediksi akan berakhir pada Oktober 2019. Prediksi ini berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit.

"Dari pantauan kami kemungkinan awal mula perubahan musim kemarau ke hujan akan terjadi pada akhir Oktober," ujar Kepala BMKG Bandara H Asan Sampit, Nur Setiawan, Minggu 15 September 2019.

Dengan prediksi ini kemungkinan besar kemarau di Kotim masih panjang. Kondisi ini berdampak terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus terjadi, terutama di wilayah perkotaan dan wilayah selatan.

Kondisi ini membuat Sampit dilanda kabut asap yang sangat pekat dalam beberapa hari terakhir ini.

Adanya prediksi ini membuat Sekda Kotim Halikinnor meminta semua pihak agar bisa terlibat dalam memadamkan api, karena untuk menanggulangi bencana ini harus keroyokan.

Dia menyebut akibat kemarau yang panjang sendiri bukan hanya berdampak terhadap Karhutla saja, namun juga kekeringan di beberapa kecamatan, sehingga sangat membutuhkan bantuan air bersih.

"Saat ini warga selatan juga membutuhkan air bersih. Karena air sumur mengering dan air sungai asin. Akibat kemarau yang berkepanjangan," katanya.

Oleh karena itu kondisi ini menjadi perhatiannya. Mereka akan berupaya untuk menyuplai permintaan air untuk masyarakat. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)

Berita Terbaru