Kabut Asap mulai Mengganggu Perekonomian di Kota Sampit

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 16 September 2019 - 09:06 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kabut asap pekat dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya menyebabkan berbagai masalah kesehatan, tetapi juga sudah mengganggu perekonomian di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Selama kabut asap, biaya hidup jadi lebih tinggi dari biasanya. Selain itu, menurunkan produktivitas dunia usaha.

"Kabut asap ini sudah cukup mengganggu perekonomian di Sampit. Terutama para pelaku bisnis dan para pedagang kebutuhan masyarakat," ujar Bupati Kotim Supian Hadi, Senin, 16 September 2019.

Salah satu dampak terbesar kabut asap yakni aktivitas penerbangan di bandara. Dalam beberapa pekan terakhir, transportasi udara menjadi terganggu.

Bahkan pesawat banyak delay hingga ada yang gagal berangkat. Tidak hanya itu, beberapa kali pesawat juga gagal mendarat karena terganggu jarak pandang.

Hal itu secara langsung berdampak terhadap bisnis dan dunia usaha di Kotim. Karena bukan tidak mungkin ada investor atau para pekerja yang ingin datang ke Sampit menggunakan pesawat malah gagal. Sehingga pekerjaan dan yang hendak mereka tawarkan bisa tertunda. 

"Bahkan bisa saja ada investor yang hendak membuka bisnis di daerah ini, malah dibatalkan akibat kabut asap," kata Supian Hadi.

Bupati mengatakan, dirinya dalam beberapa hari terakhir sudah memantau kabut asap yang terjadi. Hasilnya, kabut asap turut berdampak terhadap aktivitas jual beli di sejumlah pasar tradisional. Terutama saat pukul 06.00 hingga pujul 07.00 WIB.

Hal itu dikarenakan para pembeli tidak banyak yang datang ke pasar. Guna menghindari terserang penyakit akibat kabut asap yang pekat. 

"Saya sudah lihat dan memang benar pasar-pasar yang buka sejak subuh sepi. Biasanya pada waktu tersebut, pembeli sudah memadati pasar," tutur Bupati.

Berita Terbaru