Truk Material Bisa Isi Solar Subsidi Tapi Dibatasi 

  • Oleh Naco
  • 16 September 2019 - 21:32 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Rencana mogok kerja selama 3 hari yang dilakukan sopir truk material di Sampit tidak akan berlanjut. Pasalnya, pihak SPBU melayani mereka untuk mengisi solar subsidi namun dibatasi. Para sopir sepakat tidak mogok kerja serta demo.

"Tadi kami rapat dan truk bisa isi solar subsidi dengan beberapa catatan. Sehingga mogok kerja hari ini saja," kata koordinator sopir Audy Valent, Senin, 16 September 2019.

Audy yang awalnya dipercayakan para sopir untuk memimpin demo, mengatakan, truk material bisa mengisi BBM dengan dilakukan pencatatan nomor dan difoto kendaraan.

Selain itu, mereka harus mendapatkan rekomendasi dari pemerintah Kabupaten untuk pengisian solar subsidi khusus truk dam di SPBU, dengan maksimal pengisian sebanyak 60 liter.

"Pertamina melonggarkan kebijakan itu, sehingga besok meteka aktivitas seperti biasa lagi," tegas Audy.

Mereka  berharap Pemkab Kotim segera mengeluarkan rekomendasi tersebut, agar para sopir bisa melakukan aktivitasnya seperti hari-hari biasa

Sementara itu, Jais salah satu sopir truk galian C mengatakan tidak keberatan dengan itu. Asalkan mereka tidak membeli yang non subsidi yang harganya dua kali lipat dari subsidi.

"Tidak masalah dibatasi yang penting kebagian dan kami bisa bekerja daripada harus beli non subsidi," tegasnya.

Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan ‎Gas Bumi (BPH Migas) menerapkan pengendalian penyaluran Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) atau solar subsidi. Pengendalian ini untuk menghindari habisnya kuota Solar subidi sebelum akhir tahun.

BPH Migas juga mengatur batas maksimal pembelian solar subsidi seperti spanduk yang terpampang di SPBU, sebanyak 30 liter per hari untuk kendaraan angkutan barang, 60 liter per hari untuk kendaraan roda enam, dan 20 liter per hari untuk kendaraan pribadi. (NACO/B-11)

Berita Terbaru