Faktor Ekonomi Jadi Alasan S Jadi Kurir Sabu Jaringan Antarnegara

  • Oleh Wahyu Krida
  • 17 September 2019 - 16:22 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tersangka S kurir sabu asal Kalimantan Barat yang merupakan anggota jaringan pengedar narkoba antar negara Malaysia - Indonesia berasalan faktor ekonomi yang melatar belakangi dirinya mau menjadi kurir narkoba.

Saat jumpa pers di Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa, 17 September 2019,  S yang ditangkap tim gabungan BNNK Kobar dan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kalteng, 10 September 2019 sekitar pukul 08.00 WIB di Jalan Ahmad Yani Km 79 Desa Amin Jaya, Kecamatan Pangkalan Banteng mengatakan hal itu ketika ditanyai wartawan alasannya bersedia menjadi kurir narkoba.

"Harga sabu di Kalbar sekitar Rp 750 ribu per gram. Kemudian narkoba tersebut setelah berhasil dibawa ke Kalteng harganya melonjak menjadi Rp 1,7 juta  per gram. Bila berhasil dibawa  ke Kalteng, saya mendapatkan upah Rp 700 ribu per gram," ujarnya.

S menjelaskan profesi ini dijalaninya lantaran keuntungan dari penjualan buah, bisnis yang digelutinya selama ini semakin menurun.

Kepala BNNK Kobar, Wayan Korna menjelaskan barang bukti sabu 59 gram bila dikonvensi jadi nilai uang nominal uang senilai Rp 100.300.000.

"Saat ini S masih nenjalani pemeriksaan oleh penyidik BNNK Kobar terkait kasus ini. Ia dijerat Pasal 114 UU Narkoba dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)

Berita Terbaru