Anggota DPRD Keberatan Kebakaran Hutan dan Lahan Dianggap Gara-gara Ulah Petani

  • Oleh Naco
  • 17 September 2019 - 18:56 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur, H Abdul Kadir keberatan jika kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dianggap gara-gara ulang peladang atau petani.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, petani lokal atau tradisional sudah berhenti total berladang, pasca larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Petani tradisional merupakan warga yang sangat dekat dan menghargai alam sekitarnya. Dalam tradisi bercocok tanam, petani lokal dikenal dengan sistem gotong royong, baik membuka lahan hingga menanam. 

"Sebenarnya bukan ulah petani soal kebakaran itu, karena memang ada oknum tertentu menjadikan petani sebagai kambing hitam kebakaran lahan tersebut," kata Abdul Kadir, Selasa, 17 September 2019.

Menurutnya, sangat tidak tepat jika menuduh kebakaran hutan ini akibat peladang. Sebab saat ini, peladang sudah banyak yang berhenti dan sebagian memilih kerja lain. Seperti menjadi buruh di perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, berhentinya peladang itu lantaran tidak berani lagi membuka lahan. Selain itu, kemampuan mereka membuka lahan tanpa dibakar juga terbatas.

Mestinya, ada terobosan pembukaan lahan warga itu yang dibantu pemerintah daerah, misalkan melalui program land clearing

"Kalau ada terobosan itu, saya yakin pembakaran lahan untuk bercocok tanam itu bisa dihindari, dan masyarakat bisa kembali bertanam dengan baik untuk sumber penghidupannya," pungkas Abdul Kadir. (NACO/B-11)

Berita Terbaru