3 Hari Gelar Pakanan Sahur, Warga Lawang Uru Percaya Petahu Turun

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 18 September 2019 - 22:32 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Selama kurang lebih tiga hari mengadakan ritual Pakanan Sahur, warga Desa Lawang Uru, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau meyakini atau percaya bahwa Petahu atau penjaga kampung akan turun.

Hal ini dijelaskan Basirupu Igal Simut sebelum acara pakanan Sahur digelar di Desa Lawang Uru Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu 19 September 2019.

"Ritual Pakanan Sahur dilaksanakan selama tiga hari sampai tunggu Petahu turun. Ini keyakinan kami sejak dulu kala," ujar Igal.

Dia menambahkan, saat Petahu turun pihaknya akan melakukan mediasi untuk mencari tahu apa saja kesalahan masyarakat Desa Lawang Uru, sehingga menyebabkan kematian beruntun.

Dia menjelaskan, usai melakukan mediasi dengan Petahu, maka akan ada pantangan yang diberikan kepada masyarakat desa. Pantangan itu tidak boleh dilanggar dalam beberapa hari.

"Terhadap pantangan itu jika ada sampai masyarakat yang melanggar, maka akan menanggung akibatnnya sendiri,” bebernya.

Pantauan borneonews.co.id acara ritual Pakanan Sahur ini dihadiri puluhan warga dari pagi hingga sekitar pukul 15.00 WIB. Panitia dan para tokoh Basiripu serta warga sekitar tampak antusias melaksanakan ritual ini.

Mereka sangat terbuka saat beberapa kali diminta oleh borneonews dan Palangka post untuk menjelaskan tentang ritual yang diyakini sebagai tolak bala tersebut. (ARNOL/B-6)

Berita Terbaru