Panitia Ritual akan Edarkan Pantangan Petahu Terhadap Warga Lawang Uru

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 18 September 2019 - 22:42 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Ritual tolak bala Pakanan Sahur yang dilakukan sebagian warga Desa Lawang Uru, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau sedang berproses. Salah satu bagian dalam proses ritual dengan niat menghentikan kematian beruntun ini adanya Pantangan Petahu.

Berkaitan dengan pantangan tersebut ketua panitia upacara, Egi menjelaskan akan membuat surat edaran pantangan untuk diedarkan kepada warga desa.

"Kami akan membuat surat edaran sebanyak mungkin. Untuk masalah pantangan Petahu ini agar masyarakat Desa Lawang Uru tidak melanggarnya," ujar Egi di sela menggelar acara ritual tolak bala, Rabu 18 September 2019.

Terhadap pantangan petahu yang nantinya disebarkan itu pihak panitia tidak bertanggung jawab jika nantinya ada yang melanggar.

“Jika sampai ada yang melanggar. Kami tidak akan bertanggung jawab jika hal buruk menimpa keluarga tersebut,” tegasnya.

Sambil memegang rumah petahu, Egi mengaku cukup resah belakangan ini dengan adanya kematian buruntun masyarakat Desa Lawang Uru.

Hal inilah yang mendorong mereka menggelar Pakanan Sahur untuk menghentikan kematian beruntun tersebut.

“Ritual Pakanan Sahur merupakan kepercayaan kami dalam menghadapi masalah besar yang menimpa desa. Jika orang tidak mempercayai masalah ini tidak menjadi masalah. Yang jelas kami melakukan pakanan Sahur bukan untuk diri pribadi melainkan untuk orang banyak,” tegasnya. (ARNOL/B-6)

Berita Terbaru