Sikapi Kematian Beruntun, Warga Desa Lawang Uru Turut Gelar Doa Syafaat Setiap Minggu di Gereja

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 19 September 2019 - 09:18 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya- Adanya kematian warga beruntun di Desa Lawang Uru, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, tidak hanya diatasi dengan ritual adat pakanan sahur lewu. Tetapi sejumlah warga juga menggelar doa syafaat di gereja.

Hal ini disampaikan oleh Penasihat Gereja Kasanang, Karles Darun, Rabu, 18 September 2019.

Doa syafaat tersebut sudah digelar selama beberapa pekan terakhir dalam momentum ibadah mingguan.

“Dalam doa syafaat ini kami menyisipkan doa minta pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk melindungi masyarakat Desa Lawang Uru dari bala yang mengancam. Karena di akhri Agustus hingga saat ini sudah banyak warga yang meninggal secara beruntun,” ungkap Karles saat ditemui di kediamannnya.

Tidak hanya di Gereja Kasanang, ia juga mengharapkan setiap gereja yang ada di Desa Lawang Uru (Bukit Dai) menggelar doa syafaat yang sama. 

“Karena kami selama ini merasa sedih dengan adanya kejadian kematian beruntun ini. Kami juga harapkan pihak pemerintah dapat memperhatikan dan mengambil langkah-langkah menyikapi apa yang terjadi saat ini,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan, permohonan kepada Tuhan melaui doa syafaat merupakan bentuk kerendahan hati dan kepasrahan manusia atas kehendak Yang Kuasa. Dan hanya dengan berdoalah mukjizat Tuhan itu terjadi.

"Kematian adalah kuasa Tuhan dan tidak ada seorangpun yang bisa menghalangi kehendaknya. Oleh karena itu, hendaklah tetap berserah diri kepada Maha Kuasa," ujarnya.

"Kami hanya bisa berdoa dan berharap kepada Tuhan agar kejadian ini tidak terulang kembali." (ARNOL/B-3)

Berita Terbaru