Pemprov Kalteng bersama TNI Polri Bahas Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan

  • Oleh Budi Yulianto
  • 19 September 2019 - 17:20 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama pemerintah Kota Palangka Raya, TNI, Polri termasuk yang tergabung dalam tim satuan tugas membahas peningkatan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan. 

Pembahasan dalam agenda rapat penanganan darurat bencana Karhutla itu berlangsung di Aula Eka Hapakat lantai III kantor gubernur Kalteng, Kamis, 19 September 2019.

Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran langsung memimpin kegiatan itu. Turut hadir Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Wakapolda Kalteng Brigjen Rikwanto, perwakilan dari Korem 102/Panju Panjung dan sejumlah pejabat lainnya. 

"Melihat akhir-akhir ini Palangka Raya dan Kotim sudah menetapkan tanggap darurat Karhutla, maka Pemprov mengambil langkah sejak tanggal 17 sampai dengan September menetapkan status siaga menjadi tanggap darurat Karhutla," kata Sugianto Sabran.

Dia menuturkan, upaya yang dilakukan pemerintah sebetulnya sudah maksimal. Semua ikut terlibat dalam penanggulangan karhutla. Bahkan, sejak Mei 2019, sudah menetapkan siaga Karhutla dipimpin Dansatgas 102/Pjg Kolonel Arm Saiful Rizal.

"Upaya yang dilakukan sebetulnya sudah maksimal. Juga sudah ada rumah singgah, rumah oksigen," ungkapnya.

Selain hal tersebut, pemerintah juga sudah meliburkan sekolah mengingat kabut asap pekat. Sampai berita ini diturunkan, rapat membahas yang telah dilakukan dan penanganan ke depan masih berlanjut. (BUDI YULIANTO/ADV/B-11)

Berita Terbaru