Wakapolda Tegaskan Hotspot Kini Tetap Dianggap TKP

  • Oleh Budi Yulianto
  • 19 September 2019 - 22:36 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakapolda Kalteng Brigjen Rikwanto menegaskan munculnya hotspot kini tetap dianggap sebagai tempat kejadian perkara atau TKP kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Ini sebagai bentuk upaya untuk memastikan bahwa hotspot benar-benar kebakaran atau bukan. Andai itu kebakaran, maka bisa secepatnya dilakukan penanganan pemadaman.

"Sampai sekarang polda dibantu satgas dan TNI tetap melaksanakan patroli pencegahan sekaligus pemadaman serta penegakan hukum," kata Rikwanto saat rapat tanggap darurat Karhutla bersama pemerintah Provinsi Kalteng dan Kota Palangka Raya, Kamis 19 September 2019.

"Karena disinyalir masih ada orang yang tidak bertanggung jawab, membakar lahan. Kita juga tetap patroli 24 jam. Hotspot kita anggap sebagai TKP. Ada api, padamkan dan kalau ada tersangka kita tangkap," tegasnya.

Sampai sejauh ini Polda Kalteng telah menetapkan 84 tersangka Karhutla. Terdiri atas 66 perorangan dan 18 koorporasi.

Tidak sekadar menetapkan tersangka, polisi juga memasang police line pada lahan yang terbakar. Jika ada tersangkanya maka diproses sesuai hukum yang berlaku.

Jika belum, tetap menunggu dan andai suatu saat nanti mendadak ada yang menggarap lahan tersebut, patut diduga sebagai pelakunya. (BUDI YULIANTO/B-6)

Berita Terbaru