Evakuasi Orangutan Terjebak Karhutla Berlangsung Dramatis

  • Oleh Wahyu Krida
  • 20 September 2019 - 13:20 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Penyelamatan orangutan yang sempat terjebak kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di kebun milik warga di Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama (Kolam) perbatasan Km 15 -16 berlangsung dramatis.

Petugas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng bersama staf Orangutan Foundation International (OFI) pada Kamis, 19 September 2019 sekitar pukul 21.00 WIB, terpaksa melintasi lahan gambut yang di bawah permukaannya sedang terbakar api, sambil memikul kandang evakuasi primata endemik Kalimantan tersebut.

Kepala SKW II Pangkalan Bun Dendi Sutiadi, Jumat, 20 September 2019 menjelaskan keberadaan orangutan jantan dewasa dengan berat badan sekitar 90 kg tersebut sebenarnya sudah dilaporkan pemilik kebun sekitar bulan Agustus 2019.

"Lantaran belakangan ini di sekitar lokasi tersebut dilanda Karhutla, intensitas kemunculan orangutan semakin sering didekat kebun warga yang tidak terbakar untuk menyelamatkan diri dan mencari makan," jelas Dendi.

Dendi menjelaskan, lantaran di kiri -  kanan kebun tumpang sari milik warga tersebut terbakar, orangutan tersebut hanya mondar mandir di kebun milik warga.

"Pasca menerima laporan dari warga, kami meminta mereka memantau pergerakannya dari kejauhan, sambil menunggu kedatangan petugas evakuasi," jelas Dendi.

Saat petugas tiba, lanjut Dendi, orangutan itu diketahui masih berada di kebun tersebut lantaran terjebak karhutla.

"Primata itu diketahui sedang berada dibekas lahan yang terbakar, sekitar 500 meter dari Jalan Pangkalan Bun - Kolam.

Agar orangutan tersebut bisa di evakuasi, petugas kemudian menembakkan peluru bius. Setelah obat bius bereaksi barulah petugas memasukkannya kedalam kandang evakuasi," jelas Dendi.

Dendi menjelaskan, petugas terpaksa harus menempuh resiko melintasi lahan gambut yang bagian bawahnya terbakar dalam proses evakuasi.

Berita Terbaru