Manajemen Kalteng Putra Ajukan Protes ke PSSI terkait Kepemimpinan Wasit

  • Oleh Budi Yulianto
  • 20 September 2019 - 16:12 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Manajemen Kalteng Putra mengajukan protes ke komisi wasit PSSI terkait kepemimpinan wasit dalam laga kontra Perseru Badak Lampung FC pada Kamis, 19 September 2019 malam. Surat protes tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Tim Kalteng Putra, Sigit Wido. Berikut isinya.

Melalui surat ini, kami manajemen kalteng Putra menyampaikan kepada komite wasit PSSI terhadap kepemimpinan wasit pada pertandingan Perseru Badak Lampung FC Vs Kalteng Putra yang diselenggarakan pada tanggal 19 September 2019 pukul 18.30 WIB di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung.

Pertama, penunjukan wasit asal Pulau Sumatra adalah sangat aneh dan menyalahi aturan azaz fairplay, seharusnya wasit berasal dari daerah netral, bukan daerah Sumatra atau Kalimantan.

Kedua, setelah Kalteng Putra mampu unggul sementara di menit ke-71 atas tuan rumah, wasit sering memberikan keputusan yang menguntungkan tim tuan rumah. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Perseru selalu mendapatkan set piece dan menganggap pemain Kalteng Putra melakukan pelanggaran yang notabene tidak terjadi pelanggaran.

Bahkan dalam beberapa kesempatan, pemain belakang Perseru Badak Lampung FC, Antony melakukan beberapa kali pelanggaran yang seharusnya mendapatkan kartu kuning kedua, namun wasit tidak memberikan keputusan apa-apa.

Ketiga, pemain Kalteng Putra, David Carlos Teles Veloso yang tidak melakukan pelanggaran namun wasit tiba-tiba memberikan kartu kuning tanpa ada memberikan peringatan sebelumnya.

Keempat, pemain Kalteng Putra, Onorionde Kughegbe dianggap melanggar pemain Perseru, Suhandi yang mengakibatkan tim tuan rumah mendapatkan hadiah tendangan penalty. Padahal, pada saat perebutan bola pemain Kalteng Putra tidak ada melakukan tindakan apa-apa melainkan hanya menutup ruang gerak apabila pemain lawan memberikan passing ke depan gawang.

Terakhir, setelah pertandingan selesai, Kapten Tim Kalteng Putra, I Gede Sukadana mendapat pukulan dan jambakan rambut oleh oknum Satpol PP pada saat menuju ruang ganti pemain.

“Kami protes keras atas insiden tersebut dan meminta komite wasit untuk menindak dan mengistirahatkan wasit karena telah memalukan PSSI dan membuat kontroversi yang semakin memperburuk citra PSSI di mata publik. Serta meminta komite wasit untuk bertindak sesuai dengan kode dispiplin PSSI dan statua PSSI dalam memberikan hukuman terhadap wasit tersebut,” tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-2)  
 

Berita Terbaru