5 Atlet Silat Kobar Tidak Dibiayai Pemprov Kalteng di Pra PON

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 21 September 2019 - 11:20 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Miris. Setelah dilakukan penjaringan atlet dan lolos mengikuti Pra PON, sebanyak 5 atlet silat asal Kabupaten Kotawaringin Barat atau Kobar tidak difasiltasi dan dibiayai oleh Pemprov Kalteng.

Berdasarkan verifikasi yang dilayangkan oleh Satuan Pelaksana (Satlak) Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) Kalteng 2019, ditetapkan kuota untuk cabang olahraha pencak silat sebanyak 4 pesilat saja.

Sementara atlet di luar kuota sebanyak 6 pesilat (1 Pesilat asal Kotim dan 5 Pesilat dari Kobar), tidak dibiayi Satlak Pra PON Kalteng karena keterbatasan biaya.

Dijelaskan bahwa para pesilat diluar kuota yakni 6 orang tersebut, dapat mengikuti Pra PON, dengan catatan biaya sendiri dari kabupaten masing - masing.

Pelaksanaan Pra PON akan dilaksanakan di Jakarta Utara pada 12 - 17 November 2019.


Ketua IPSI Kobar Rachmat Sonny melalui Wakil IPSI Kobar Marjono menyamapaikan, sangat menyayangkan hal tersebut dan berharap ada solusi yang baik, sehingga 5 atlet asal Kobar bisa berangkat.

"Rencanannya kami akan melakukan komunikasi dengan instansi terkait dulu, dengan Dispora Kobar, kemudian Bupati, kalau keduanya tidak tembus, ke Perguruan masing - masing, disinilah tugas berat IPSI," ujarnya kepada Borneonews melalui sambungan telepon, Sabtu, 21 September 2019.

Ia menyampaikan, perwakilan pesilat dari Kobar yang dibiayai Pemprov hanya satu orang, yakni Rahmad Rhenaldy Kelas B Putra. (DANANG/B-5)

Berita Terbaru