Pelajar Korban Asusila Trauma, Usai Ketahuan Hamil Langsung Ikut Kakak Kandung

  • Oleh Naco
  • 23 September 2019 - 15:06 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pelajar 14 tahun, korban asusila oleh pamannya hingga hamil trauma. Akibat perbuatan itu ia selain putus sekolah juga harus merawat sendiri anak yang baru saja dilahirkan hasil hubungan gelap itu.

"Korban juga tidak lagi tinggal di kediaman terdakwa. Korban tinggal ikut kakak kandungnya," ucap Bambang Nugroho, penasihat hukum terdakwa usai sidang tertutup itu, Senin, 23 September 2019.

Dalam sidang itu terungkap, sebulan korban disetubuhi dua hingga tiga kali. Perbuatan itu dilakukan sejak 2015 hingga November 2018 atau sejak korban duduk dibangku SD sampai duduk dibangku SMP di kediaman terdakwa di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Atas perbuatan itu terdakwa tidak menyangkalnya. Ia mengaku akibat perbuatannya itu korban sampai hamil," tegas Bambang.

Apa pertanggungjawaban terdakwa atas perbuatannya itu, dihadapan majelis terdakwa tidak mengungkapkannya. "Terdakwa lebih banyak diam. Saat ditanya benar apa tidak keterangan saksi, terdakwa mengiyakannya," tegas Bambang.

Usai sidang itu, lanjut Bambang sidang dilanjutkan pekan mendatang. Sesuai agenda majelis hakim akan memeriksa terdakwa untuk didengar keterangannya.

Akibat perbuatannya ia didakwa dengan Pasal 81 Ayat (2) atau Ayat (3) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU Jo Pasal  64 Ayat (1) KUHP. (NACO/B-5)

Berita Terbaru