Ini Kronologi Tewasnya Eka Ditangan Pamannya hingga Jenazah Membusuk    

  • Oleh Agus Priyono
  • 23 September 2019 - 20:04 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar menjelaskan kronologi tewasnya Eka Prihatiningsih (20) di tangan pamannya sendiri hingga akhirnya ditemukan jenazah korban sudah membusuk, bahkan bagian kepalanya telah menjadi tengkorak tersebut.

Dalam pra rekonstruksi yang dilakukan di tempat kejadian, Kapolres menjelaskan, pada awalnya pelaku berinisial SW (50) yang juga adalah paman korban mengajak korban untuk membumbung ikan di Jalan Sanang ujung, Kecamatan Sebangau pada hari Eka dinyatakan hilang yakni 29 Agustus 2019 lalu. Dengan menggunakan sepeda motor milik pelaku, akhirnya korban memutuskan untuk mengikuti pamannya tersebut.

Usai tiba di lokasi yang dituju, pelaku lalu memarkirkan motornya di pinggir jalan. Pelaku pun pergi ke lokasi untuk membumbung ikan tersebut dengan diikuti korban di belakangnya. Lokasi yang cukup jauh dari jalan dan tertutupi gambut masih belum juga membuat korban curiga.

Setelah mencapai lokasi, korban yang melihat air di situ cukup dalam merasa jika tidak mungkin untuk membumbung ikan, hal itupun diiyakan oleh pelaku. Kemudian mereka berdua pun memutuskan untuk kembali pulang. Namun saat pulang tersebut pelaku tiba-tiba saja berbalik dan seketika memeluk korban.

Korban yang terkejut pun sempat menolak dan mendorong pelaku. Namun pelaku yang sudah terpengaruh nafsunya tersebut langsung membanting korban dan mencekik korban sambil mencium korban. Mendapat perlakukan seperti itu, korban pun sempat berteriak, namun oleh pelaku dicekik lagi hingga tewas.

Melihat Korban yang sudah terbujur kaku tersebut, pelaku lalu menanggalkan celana korban. Pelaku juga sempat menunggu sesaat untuk memastikan bahwa korban benar-benar telah tewas. Apabila belum maka pelaku akan mencekik korban lagi dengan celana milik korban tersebut.

Pelaku lalu membuang jenazah korban di parit yang bersebelahan dengan tempat pelaku membunuh korban. Pelaku juga mematahkan beberapa ranting pohon untuk menutupi jenazah korban. Lalu pakaian dan sandal korban dibuang di beberapa tempat yang berbeda, sedangkan ponsel milik korban tetap dibawa oleh pelaku.

“Dari rekonstruksi awal ini pelaku mengakui mencekik korban. Motifnya sementara ini karena nafsu, namun itu masih kami dalami lagi,” jelasnya. (AGUS/B-2).

Berita Terbaru