Relawan Milenial Peduli Asap Disebut Pencitraan saat Ikut Padamkan Kebakaran Lahan di Sampit

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 25 September 2019 - 13:08 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Relawan Milenial Peduli Asap (MPA) Sampit yang ikut memadaman kebakaran hutan dan lahan disebut sejumlah warganet hanya pencitraan.

Hal itu cukup disayangkan mengingat perbuatan baik yang MPA lakukan justru ditanggapi negatif. 

"Benar, kami disebut hanya pencitraan. Namun komentar negatif natizen tersebut hanya kami tanggapi dengan santai saja," ujar Ketua Relawan MPA Wahyudi, Rabu, 25 September 2019. 

Bahkan, katanya, sorotan negatif itu menjadi motivasi jajaran MPA untuk terus bergerak dan ikut memadamkan api. Karena jika hanya sibuk membalas cuitan warga, akan membuang waktu saja. Dan justru mengganggu kerja keras mereka untuk menanggulangi api. 

"Kami bawa santai saja, mereka yang berbicara kami yang bergerak. Kalau semua yang bicara, malah tidak ada yang bergerak nantinya. Jadi tidak kami hiraukan komentar tersebut," kata Wahyudi. 

Ia mengungkapkan bahwa pencitraan ditambah tindakan lebih baik daripada hanya mengomentari tindakan orang lain. Karena hal itu bukan menyelesaikan masalah, namun justru membiarkan masalah terus terjadi. 

"Daripada banyak komentari orang lain. Lebih baik kita sama-sama turun ke lapangan. Untuk membantu Tim Satgas Karhutla dalam mengatasi dan menanggulangi Kebakaran lahan," tutur Wahyudi. 

Dalam beberapa pekan terakhir, MPA yang terdiri dari para pemuda di Sampit ikut membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kotim. Mereka datang menggunakan pikap yang membawa profile tank berisi air. 

Saat tiba di lokasi, mereka langsung membantu Satgas Karhutla memadamkan api. Hal itu dilakukan dengan harapan para pemuda melenial di Kotim bisa tergugah hatinya untuk membantu menanggulangi karhutla, bukan malah menghujat. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)

Berita Terbaru