Dinas Pertanian Kapuas Terima Laporan Banyak Ayam Ternak Mati di Sejumlah Kecamatan

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 25 September 2019 - 15:00 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Pertanian atau Distan Kabupaten Kapuas melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan baru-baru ini menerima laporan dari peternak di sejumlah kecamatan yang menyamaikan bahwa ayam mereka mati akibat terserang penyakit.

Kasi Kesehatan Hewan Distan Kapuas Anik Ariswandani mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung menindaklanjuti guna memastikan penyebab kematian ayam.

"Dari gejala klinis yang muncul dan setelah dilakukan nekropsi atau bedah bangkai didiagnosa adanya infeksi akibat beberapa penyakit antara lain ND atau tetelo dan koksidiosis atau diare berdarah," ucap Anik kepada wartawan, Rabu, 25 September 2019.

"Penyakit itu muncul diduga karena cuaca ekstrem atau perubahan musim seperti saat ini, dan lainnya," lanjut dia.

Adapun lokasi tenak ayam yang banyak mati yakni di Kecamatan Kapuas Barat dan Kecamatan Kapuas Murung. "Kondisi cuaca dan tata laksana pemeliharaan yang kurang baik menjadi faktor utama mewabahnya penyakit," tutur dia.

Mengenai jumlah ayam yang mati, Anik belum bisa memastikan. "Karena laporan sporadis sih Mas, dari beberapa kecamatan ada laporan kematian ayam," ucapnya.

Ia menuturkan bahwa peristiwa ini memang kerap terjadi. "Ini kejadian biasa di masa pergantian musim atau cuaca ekstrem," tuturnya.

Ia menyarankan kepada peternak agar memberikan vitamin kepada ternak mereka untuk meningkatkan kondisi tubuh selama cuaca yang ekstrem.

"Sedangkan untuk ayam yang sakit diberi pengobatan antibiotik dan diisolasi dari ternak yang sehat supaya tidak menularkan penyakit."

Untuk mencegah dan mengatasi supaya penyakit ini tidak mewabah, peternak bisa memperbaiki tata laksana ransum, menjaga kualitas air minum, meminimalkan faktor stres, serta penanganan litter dan feses dengan baik.

Berita Terbaru