Puluhan Warga Binaan Lapas Kelas II B Muara Teweh Ikut Pelatihan Menjahit

  • Oleh Ramadani
  • 25 September 2019 - 19:16 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh – Sebanyak 20 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan  (Lapas) Kelas II B Muara Teweh mengikuti pelatihan menjahit melalui program peningkatan kesempatan kerja pada Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (DinakertransKop dan UKM) Barito Utara.

Pelatihan menjahit ini diadakan di aula Lapas setempat dan dilaksanakan selama 18 hari sejak kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Narkertranskop dan UKM Barito Utara Yulianson, Rabu 25 September 2019.

Kepala DinakertransKop dan UKM Tenggara melalui Sekretaris Dinas, Yulianson saat membuka kegiatan pelatihan mengatakan, meningkatnya jumlah pengangguran yang sebagian besar diantaranya adalah tenaga kerja dengan tingkat pendidikan dan keterampilan yang rendah.

“Oleh sebab itu diperlukan perhatian yang serius dari pemerintah untuk dapat menyelenggarakan pelatihan kerja untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan, produktifitas dan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarga,” kata Yulianson.

Ia mengatakan, pembangunan ketenagakerjaan banyak dimensi dan keterkaitan. Keterkaitan itu tidak hanya dengan kepentingan tenaga kerja selama, sebelum dan sesudah masa kerja juga berkaitan dengan kepentingan pengusaha, pemerintah dan masyarakat.

Untuk itu jelasnya diperlukan pengaturan yang menyeluruh dan komprehensip, antara lain mancakup pengembangan SDM, peningkatan produktifitas dan daya saing tenaga kerja, upaya perluasan kesempatan kerja pelayanan, penempatan tenaga kerja dan pembinaan hubungan industrial.

“Pelatihan yang dilaksanakan ini adalah pelatihan menjahit, dimana para pesertanya akan diberi keterampilan dasar menjahit dan mengobras. Dengan harapan materi pelatihan yang disampaikan nanti dapat menjadi bekal yang berguna bagi para peserta dan dapat membuka lapangan kerja secara mandiri. Dan kepada para peserta diharapkan dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik,” katanya.

Sementara Kasi Pelatihan Kerja dan Produktifitas Tenaga Kerja, yang juga ketua panitia, Ramidah mengatakan tujuan dilaskanakannya pelatihan ini agar para peserta memiliki kompetensi dan keterampilan di bidang menjahit sebagai calon tenaga kerja yang siap pakai.

Selain itu juga, mempersiapkan calon tenaga kerja yang belum mendapatkan pekerjaan yang tidak memiliki skill dan kemapuan di bidang menjahit.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama 18 hari terhitung sejak hari Rabu tanggal 25 Septempber hingga 12 Oktober 2019,” kata Ramidah. (RAMADHANI/B-2)

Berita Terbaru