Manajemen Sebut Kebakaran Lahan di Area Konsesi PT GBSM Bukan karena Kesengajaan

  • Oleh Budi Yulianto
  • 28 September 2019 - 02:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Manajemen PT Gawi Bahandep Sawit Mekar atau GBSM buka suara perihal kebakaran lahan di area konsesi. Pihak perusahaan menyebut peristiwa itu bukan karena unsur kesengajaan.

"Kebakaran yang terjadi di konsesi GBSM bukanlah karena kesengajaan atau kelalaian," kata Head of Sustainability PT GBSM, Rudy Prasetya dalam siaran persnya, Jumat, 27 September 2019 sore.

Saat ini, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Seruyan itu menjalani penyidikan di Polda Kalteng. 

Rudy menjelaskan, pada tanggal 19 sampai dengan 22 Agustus 2019, terjadi kebakaran masif di sekitar konsesi. Namun dapat dipadamkan tim GBSM bersama Muspika Seruyan Hilir dan masyarakat. 

Buntut dari kebakaran itu, Tim Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup datang ke GBSM untuk melihat langsung area lahan terbakar pada tanggal 24 sampai 25 Agustus 2019. 

"Menyimpulkan tidak ada kebakaran di dalam konsesi," katanya. 

Tapi pada tanggal 9 September 2019, api yang lebih besar kembali muncul di area luar konsesi dan mendekat secara cepat. Pihak GBSM pun mengerahkan seluruh sumber daya untuk menanggulangi perluasan area kebakaran. 

"Namun kondisi angin yang sangat kencang membuat api meloncat melewati sekat bakar maupun kanal air yang cukup lebar," katanya.

"Meski sudah melakukan pencegahan secara optimal dan sesuai prosedur, pada 13 September 2019, tim GBSM tidak mampu mencegah loncatan sumber api yang bisa terbang sejauh sekitar 300 meter. Sehingga api mulai masuk di dalam area konsesi GBSM," bebernya.

Menurutnya, GBSM sudah membantu masyarakat sekitar seperti Desa Muara Dua, Jahitan dan Baung dalam upaya pemadaman dengan memberikan bantuan sarana prasarana pemadaman. Selain itu, turut melakukan bakti sosial berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada masyarakat yang terdampak asap akibat kebakaran. 

Berita Terbaru