Psikolog: Penutupan Lokalisasi Membuat Praktik Prostitusi Sulit Dikontrol

  • Oleh Agus Priyono
  • 29 September 2019 - 18:06 WIB

Psikolog: Pembubaran Lokalisasi Membuat Praktik Prostitusi Sulit Dikontrol

BORNEONEWS, Palangka Raya - Psikolog Ari Pamungkas  menilai, penutupan lokalisasi akan membawa dampak yang cukup serius yakni sulitnya mengontrol praktik prostitusi yang terjadi kedepannya.

Ari Pamungkas mengatakan, penutupan lokalisasi membuat para pekerja seks komersial (PSK) bisa menjadi lebih leluasa dalam melakoni pekerjaan tersebut. 

Terlebih lagi dengan adanya media sosial para PSK dapat menjalankan pekerjaan seperti itu seorang diri. Sehingga prostitusi terselubung menjadi suatu hal yang cukup berbahaya.

"Dengan adanya lokalisasi itu mereka lebih terkontrol karena terkumpul dalam satu lokasi. Kalau itu dibubarkan tentu akan menjadi hal yang berbahaya. Apa lagi dengan media sosial mereka bisa dengan mudah melakukan pekerjaan itu," jelas Ari Pamungkas, Minggu, 29 September 2019.

Ia menambahkan dengan tidak terkontrolnya psk setelah dibubarkannya tempat lokalisasi akan membawa dampak buruk khususnya dalam kesehatan. Karena penyebaran penyakit menular seksual lebihnsulit until dikendalikan.

"Pemerintah harus memperhatikan dengan benar hal ini. Karena kalau sudah seperti itu, bukan tidak mungkin penyebaran penyakit menular seksual di masyarakat khususnya Kota Palangka Raya," pungkasnya. (AGUS/B-5)

Berita Terbaru