Rencana Pembangunan Jalan Konsorsium Melintasi Kawasan Hutan Produksi di Selangkun Belum Terealisasi

  • Oleh Tim Borneonews
  • 30 September 2019 - 21:36 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Rencana pembangunan jalan konsorsium melintasi kawasan hutan produksi di Selangkun belum terealisasi.

Jalan konsorsium antara Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) dan PT Sawit Sumber Mas Sarana Tbk  atau SSMS itu belum terealisasi lantaran belum ada alih fungsi kawasan hutan produksi di lokasi Selangkun.

Padahal, kata Kepala Desa Rangda Muhammad Umar, Senin, 30 September 2019, dengan adanya jalan tersebut sangat mempermudah mobilitas warga desa.

"Bila jalan konsorsium itu terealisasi, akses warga Desa Rangda menuju Pangkalan Bun bisa lebih dekat, sekitar 17 km sudah sampai menuju Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama (Kolam)," jelas Kades.

Artinya, lanjut Kades, keberadaan jalan tersebut sangat mempermudah mobilitas masyarakat untuk mencari nafkah menjual  ikan tangkapan warga desa.

"Namun sementara ini, jalan konsorsium ini terkendala status kawasan, sehingga belum bisa terealisasi. Tiba-tiba ada sekelompok orang yang tidak dikenal, datang ke lokasi tersebut, memgatasnamakan kelompok tani dari desa kami untuk menggarap lahan tersebut. Terus terang hal ini membuat warga desa kami kecewa," jelas Kades.

Kades menegaskan, selama ia menjabat sebagai Kades, dirinya tidak pernah menyetujui untuk mengeluarkan perizinan apapun untuk menggarap lahan, selama statusnya belum dialihfungsikan.

"Untuk itulah kami harapkan berbagai pihak yang berwenang, bisa menyelesaikan permasalahan ini. Jangan sampai ada pihak-pihak dari luar yang mengatasnamakan warga desa kami untuk mengggarap lahan demi kepentingannya mereka sendiri," jelas Kades. (TIM BORNEONEWS/B-2)

Berita Terbaru