Serikat Buruh Indonesia Dukung Pemerintahan Jokowi

  • Oleh Rokim
  • 01 Oktober 2019 - 09:46 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Senin 30 September 2019.

Dalam pertemuan tersebut mereka membicarakan bagaimana membangun iklim investasi yang baik. Dibicarakan juga soal ketenagakerjaan.

Jokowi selaku kepala negara menampung semua aspirasi yang disampaikan oleh pimpinan serikat pekerja Indonesia untuk kemudian dipertimbangkan. Menurutnya banyak sekali usulan yang dibahas dalam pertemuan itu, termasuk terkait menteri dari buruh.

"Usulannya banyak sekali, usulan nama banyak sekali. Usulan dari serikat juga baik. Saya kira semuanya kita tampung sebagai sebuah usulan yang baik," ujarnya.

Sementara itu Andi Gani mengingatkan kepada semua pihak agar tidak mengganggu presiden secara inkonstitusional, karena Jokowi sudah diberikan mandat oleh rakyat sesuai konstitusi. Untuk itu sikap konfederasi duruh terbesar di Indonesia mendukung Presiden Jokowi.

"Kami menegaskan sikap konfederasi buruh terbesar Indonesia memberi dukungan kepada Bapak Jokowi, jangan pernah ada tindakan-tindakan inkonstitusional apalagi mempunyai rencana menggagalkan pelantikan presiden," katanya.

Maka dari itu Andi Gani mengajak seluruh buruh Indonesia khususnya dari KSPSI dan KSPI untuk tetap tenang menghadapi situasi yang terjadi belakangan ini sehingga jangan mudah terpancing isu yang dapat memecah persatuan bangsa.

"Buruh akan tetap bersama menjaga konstitusi Indonesia dan kami akan tetap menjaga NKRI," ujarnya.

Sedangkan Said Iqbal mengatakan prinsipnya apa yang dilakukan gerakan serikat buruh di Indonesia mengedepankan isu perjuangan buruh, antara lain menolak revisi UU Ketenagakerjaan yang orientasinya merugikan buruh.

"Di luar itu tentu kami berharap setiap elemen yang ingin melakukan usulan dan gagasan yang berbeda, lakukan secara konstitusi, hindari kerusakan dan tidak menimbulkan kerugian bagi semua pihak," katanya.

Berita Terbaru