Hari Kesaktian Pancasila Sebagai Pijakan Hidup Berbangsa dan Bernegara Lebih Baik

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 01 Oktober 2019 - 15:46 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Hari Kesaktian Pancasila yang sering diperingati setiap 1 Oktober tidak pernah terlepas dari insiden berdarah yang menewaskan enam jenderal dan beberapa orang lainnya puluhan tahun silam.

Sejarah kelam yang dialami bangsa ini tidak perlu disesali, tapi lebih pada menjadikannya sebagai pijakan dalam hidup berbangsa dan bernegara untuk menjadi lebih baik.

"Ketika kita memperingati hari kesaktian pancasila mengingatkan kita bahwa ancaman penggantian ideologi pancasila dengan komunis itu nyata. Itu bukan fiksi" ujar Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul R.K.Siregar, Senin 1 Oktober 2019.

Dia menyebut sejarah kelam bangsa Indonesia merupakan pelajaran yang berharga baginya dan generasi mendatang. Kekelaman sejarah harus bisa direfleksi seraya menghidupinya dalam konteks saat ini dan nanti.

“Kita sebagai generasi penerus perjuangan para pendahulu kita yang telah mengorbankan harta dan nyawa demi kemerdekaan serta kesatuan bangsa kita yang ber Bhinneka Tunggal Ika dengan dasar Pancasila harus tetap sama-sama kita jaga dan lestarikan.” ujarnya.

AKBP Timbul mengajak seluruh komponen masyarakat utamanya di Kota Palangka Raya untuk bersama-sama menangkal kelompok atau organisasi yang berusaha merubah ideologi Pancasila dari bumi Indonesia.

"Saat ini kita-kita inilah yang bertugas untuk menjaga peradaban bangsa dan negara dengan cara mengahayati dan menghidupi nilai-nilai pancasila seraya menghidupinya dalam kehidupan sehari hari. Hindarilah organisasi atau ajaran-ajaran yang membahayakan ideologi pancasila," (ARNOL/B-6)

Berita Terbaru