Bupati Kotawaringin Barat Instruksikan Satpol PP Berantas Lokalisasi

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 02 Oktober 2019 - 19:52 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Terbongkarnya lokalisasi ilegal di Desa Sungai Pakit, Kecamatan Pangkalan Banteng, membuat Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah geram. Ia pun memerintahkan Satpol PP untuk memberantasnya hingga tuntas.

Instruksi itu disampaikan Bupati seusai melihat dan mengintrogasi para pelanggar asusila yang diamankan anggota Satpol PP Kobar, Rabu, 2 Oktober 2019.

"Semua masalah ini saya serahkan ke Satpol PP. Bersihkan semua lokalisasi. Jangan sampai ada yang berani lagi membuka tempat prostitusi," tegasnya.

Pernyataan itu juga disampaikan Bupati Nurhidayah dihadapan mucikari dan dua PSK serta satu ketua RT yang diduga melindungi praktik prostitusi tersebut.

"Jelas kami terpukul dan kaget. Ternyata masih ada yang berani membuka praktik portitusi. Padahal jauh hari sudah kita pulangkan PSK ke daerah asal dan sudah kita berantas," ungkap Bupati.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kobar Majerum Purni, mengaku siap menjalankan instruksi bupati. Ia mengatakan, masih ada 9 wisama di Desa Sungai Pakit dan sudah dalam target petugas.

"Kami berharap tidak ada lagi yang berani membuka prostitusi. Saat ini sudah dalam pantauan petugas kami," ungkapnya.

Terhadap mucikari, PSK, dan ketua RT yang melindungi, mereka diminta membuat surat penyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. Jika dalam satu pekan ke depan masih beroperasi, tempat praktik mereka akan dibongkar paksa.

"Hal ini sudah kami kordinasikan dengan pihak kecamatan. Saya berharap tidak ada lagi praktik prostistusi di desa tersebut dan daerah - daerah lainnya," tegas Majerum. (DANANG/B-3)

Berita Terbaru