Pembangunan Jembatan Pile Slab di Desa Bukit Rawi Tetap Berlanjut

  • Oleh Muhammad Badarudin
  • 02 Oktober 2019 - 20:36 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau- Pembangunan jembatan pile slab di Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, tetap berlanjut. Meski sebelumnya pemilik tanah sempat memprotes proyek tersebut dengan memasang spanduk. 

Camat Kahayan Tengah Leting mengatakan, masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui spanduk tersebut merupakan memiliki lahan yang terdampak pembangunan jembatan. Namun, mereka hanya memasang spanduk sebagai bentuk protes karena ganti rugi lahan yang belum terselesaikan. 

"Itukan sampai saat ini ganti rugi lahannya belum selesai. Belum ketemu kesepakatan nilainya," kata Leting, Rabu, 2 Oktober 2019. 

Masyarakat menilai harga yang dianggarkan oleh tim penafsir sangat murah. "Yaitu Rp 29 ribu permeter. Tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat," ujar dia. 

Leting berharap, masalah ini bisa segera terselesaikan. Karena antara pembangunan jembatan dan ganti rugi lahan milik masyarakat sama-sama harus diselesaikan. 

"Masyarakat takut dampak dari pembangunan jembatan itu harga tanah mereka nantinya tidak ada nilainya lagi. Sementara itu, jembatan juga harus terbangun agar ketika banjir, tidak lagi dikeluhkan pengendara," sebutnya. (M.BADARUDIN/B-3)

Berita Terbaru