BKSDA Tembak Bius Dalam Mengevakuasi Orangutan di Lahan Terbakar

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 04 Oktober 2019 - 16:06 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Pos Jaga Sampit menggunakan tembak bius saat mengevakuasi induk orangutan di Gang Garuda, Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

BKSDA mengevakuasi satwa dilindung tersebut dibantu tim Wildlive Riscue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah II dan Orangutan Fondetion (OF) United Kingdom (UK).

"Mengevakuasi induk orangutan ditembak bius memumudahkan kami agar tidak ada perlawanan dari orangutan tersebut," ujar Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah, Jumat, 4 Oktober 2019. 

Tembakan bius yang dikeluarkan untuk mengevakuasi induk orangutan hanya sekali saja. Setelah itu, langsung dimasukkan ke dalam kandang yang disiapkan.

"Alhamdulillah tidak ada perlawanan, dan hanya sekali ditembak bius," kata Muriansyah. 

Sementara, anak dari orangutan tersebut tidak ditembak bius. Tapi masih bisa ditangkap.

Kedua hewan dilindungi saat ini dalam keadaan selamat, bahkan induk yang berumur 13 tahun cukup sehat dan berisi. Hanya saja anaknya yang berumur 3 tahun terlihat kurus. 

Orangutan tersebut dievakuasi pada Kamis, 3 Oktober 2019 sore di salah satu kebun warga yang lahannya terbakar. Saat itu orangutan sedang berada di pohon kecil yang dikelilingi semak belukar bekas kebakaran lahan. 

Saat ini induk dan anak orangutan tersebut sudah dibawa ke kantor SKW II Pangkalan Bun, menunggu dilepasliarkan. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

Berita Terbaru