Disbudparpora Barito Utara Cari Keberadaan Benda Sejarah

  • Oleh Ramadani
  • 04 Oktober 2019 - 19:06 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh - Pemkab Barito Utara melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) setempat berencana membuat museum untuk menempatkan benda-benda bersejarah.

Sehubungan dengan hal tersebut, pencarian benda-benda sejarah pun akan dilakukan pihak Disbudparpora Barito Utara untuk mengisi museum yang akan dibangun tersebut.

Museum ini rencananya memanfaatkan bangunan Pemkab Barito Utara yang sudah ada, yakni bangunan eks kantor Satpol PP Barito Utara di dekat pasar Pendopo.

Kepala Disbudparpora Barito Utara, H Arbaidi, Jumat 4 Oktober 2019 mengatakan, tujuan pendirian museum ini di samping untuk menjaga benda-benda sejarah tentang perjuangan masyarakat suku dayak dalam melawan tentara belanda, juga untuk melestarikan sejarah tersebut sehingga generasi muda di daerah ini juga mengetahui tentang sejarah yang ada di daerahnya.

“Berdasarkan informasi yang diterima, ada beberapa peninggalan sejarah perang masyarat suku dayak melawan tentara belanda yang masih ada di tangan masyarakat, seperti meriam, tombak, mandau dan sebagainya,” kata H Arbaidi.

Hal ini yang akan diinventarisasi. Pihaknya akan menyurati para pemilik dari benda-benda tersebut. Apakah nanti mau menghibahkan untuk Pemerintah Daerah atau meminjamkannya untuk mengisi di museum yang akan dibangun nantinya.

Ia juga mengatakan, Disbudparpora akan menjamin keamanan dari barang-barang tersebut. Menurutnya pula, dari informasi yang pihaknya peroleh, beberapa sejarah itu dipegang oleh keturunan dari Temenggung Surapati.

“Mudah-mudahan kita bisa komunikasikan ini agar benda-benda tersebut diserahkan kepada Pemkab Barito Utara,” ujarnya. (RAMADHANI/B-2)

Berita Terbaru