Mantan Ketua DPRD Lamandau Mozes Pause Meninggal

  • 28 Maret 2015 - 10:58 WIB

SELAMAT jalan kak ketua. Masyarakat Kabupaten Lamandau berduka.Putra terbaik sekaligus tokoh pendiri Kabupaten Lamandau, Moses Pause, meninggal, Kamis (26/3) malam. Pria kelahiran Lamandau tepatnya Desa Merambang, 6 Juli 1958 silam itu mening­gal di RSUD Lamandau.

Dia menghembuskan nafas terakhir setelah meng­alami serangan jantung. Selama ini pria berkarakter tegas namun suppel dan senang guyon ini banyak dikenal sebagai tokoh masya­rakat, terlebih lagi dia merupakan mantan Ketua DPRD Lamandau 2004-2009 dan 2009-2014.

Meski sudah tidak lagi duduk di kursi dewan, namun almarhum tetap berkarya membangun daerah. Dibuktikan dengan konsentrasinya mewujudkan pembangunan politeknik yang hingga kini masih dalam proses.

Dalam hal ini almarhum berjuang dalam status seba­gai Kepala Yayasan Lantang Torang yang nantinya diproyeksi membawahi pergu­ruan tinggi yang masih dalam proses perizinan itu.

Banyak orang yang tidak percaya perihal kabar duka yang menimpa almarhum ini. Terlebih beberapa hari lalu dia masih sehat. Bahkan Borneonews sempat menyapa dan bertegur sapa dengan penuh kehangatan.

Duka atas kepergian almarhum jelas dirasakan semua kalangan, terutama bagi orang dekatnya seperti mantan anggota DPRD yang pernah bersama-sama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, termasuk para pejabat eksekutif.

“Saya terkejut. Beliau orang baik. Beliau tokoh besar Lamandau yang sang­at inspiratif, kami merasa sangat kehilangan,” ungkap Wakil Ketua DPRD Lamandau, FX Perwiragato, Jumat (27/3).

Begitu juga yang dirasakan Wabup Lamandau, Sugiyarto. Menurutnya, kiprah almarhum semasa hidupnya sangat positif dalam membawa perubah­an bagi daerah. Sugiyarto juga meyakini bahwa tanpa ada pemikiran dan kebijakan yang dibuat almarhum semasa hidupnya, Lamandau tidak akan seperti sekarang ini.

Sementara itu ada hal yang cukup esensial hasil dari perbincangan almarhum dengan Borneonews belum lama ini. Dimana, meski almarhum tidak lagi memiliki jabatab struktural di lembaga ekseku­tif atau legislatif, tapi dia tetap punya komitmen luar biasa akan untuk memajukan Lamandau.

“Meski saat ini saya tidak menjabat apapun, tapi saya akan tetap memantau apa yang dikerjakan teman-teman di dewan maupun di pemerintahan. Saya tidak akan tinggal diam jika perjalanan Lamandau meng­alami kemunduran.

Untuk itu saya harap semua pihak bekerja dengan baik sesuai tugasnya masing masing dengan penuh tanggung jawab,” ucap almarhum kala ditanya Borneonews tentang apa yang akan dia perbuat setelah tidak lagi menduduki jabatan ketua DPRD. (HN/B-6)

Berita Terbaru