Bencana Kabut Asap Pengaruhi Perekonomian Kalteng Tahun 2019

  • Oleh Testi Priscilla
  • 07 Oktober 2019 - 10:46 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya -  Bencana kabut asap yang kembali terjadi di tahun 2019 memberi pengaruh besar bagi perkembangan perekonomian Kalteng sepanjang tahun.

Meskipun secara umum Kalteng mengalami kabut asap hanya sejak akhir bulan Juli, sempat mereda pada akhir Agustus seiring dengan turunnya hujan, dan kembali meningkat pada awal September, namun pengaruhnya bahkan masih terasa hingga bulan Oktober ini.

Bank Indonesia Kalteng merilis bahwa kabut asap ini memberikan pengaruh terhadap sejumlah aktivitas perekonomian di Kota Palangka Raya.

"Pengaruhnya di bidang perekonomian seperti berkurangnya jam kerja ASN di sejumlah kantor pemerintahan daerah, berkurangnya aktivitas lalu lintas masyarakat yang terpantau di jalan, berkurangnya aktivitas jual beli, dan terganggunya aktivitas penerbangan pesawat udara," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Rihando kepada Borneonews pada Senin, 7 Oktober 2019.

Beberapa penerbangan dari dan ke Palangka Raya disebut mengalami keterlambatan, pengalihan melalui Banjarmasin, bahkan aktivitas di Bandara Tjilik Riwut sempat nyaris terhenti pada tanggal 15-17 September lalu.

"Menurut informasi dari Angkasa Pura II Bandara Tjilik Riwut, hanya terdapat 2-4 penerbangan dari 24 penerbangan dari dan ke Palangka Raya pada tiga hari tersebut. Jadi hampir lumpuh," tambah Rihando.

Jika dilihat dari kinerja sektor ekonomi utama Kalimantan Tengah, lanjutnya, kabut asap memberikan dampak terhadap produksi dan aktivitas pekerja meskipun masih relatif terbatas. (TESTI PRISCILLA/B-5)

Berita Terbaru