Pawai Budaya Nasi Adab Sebagai Media Pembelajaran Budaya Lokal

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 07 Oktober 2019 - 12:50 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pawai budaya Nasi Adab dalam rangka memeriahkan HUTz ke 60 Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), juga sebagai media pembelajaran untuk masyarakat terhadap budaya lokal.

Itu disampaikan langsung Bupati Kobar, Hj Nurhidayah saat memberikan sambutan sebelum melepas peserta pawai budaya, di Jalan Pangeran Antasari, Senin, 7 Oktober 2019.

"Pawai budaya Nasi Adab, sebagai hiburan rakyat dan juga sebagai media untuk menanamkan kesadaran kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda untuk menjaga dan melestarikan budaya nasional maupun lokal," ujarnya.

Nurhidayah pun mengajak masyarakat untuk berbangga dan bersyukur, karena daerah ini mempunyai kekayaan sejarah serta budaya. Itu dibuktikan dengan berdirinya Kerajaan Kutaringin, satu-satunya kerajaan di Kalimantan Tengah.

Bupati menambahkan, selain budaya Kesultanan Kutaringin, tumbuhlah budaya-budaya lain yang juga mewarnai keragaman di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Dia berpesan, khususnya kepada para peserta pawai Nasi Adab untuk menyampaikan tampilan yang terbaik, dengan inovasi dan kreasi yang menarik. Agar dapat menjadi salah satu ikon wisata budaya.

"Pemerintah saat ini sedang menggalakkan sektor pariwisata dan budaya sebagai program unggulan, dalam rangka membangun kabupaten Kobar, menuju kejayaan," ungkapnya.

Dia berharap, semoga makna pawai Nasi Adab ini menjadi pembelajaran penting bagi semua. Dan pesannya untuk generasi penerus, agar memberikan sumbangsih terhadap daerah. (DANANG/B-11)

Berita Terbaru