Kejati Kalteng Masih Selidiki Proyek Multiyears Barito Selatan

  • Oleh Agus Priyono
  • 07 Oktober 2019 - 15:46 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kasus dugaan tindak pidana korupsi paket proyek pembangunan berskema pembiayaan tahun jamak atau multiyears di Kabupaten Barito Selatan masih diselidiki Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah (Kejati Kalteng).

Dari data yang berhasil dihimpun borneonews.co.id, perkara dugaan Tipikor dalam pelaksanaan proyek berskema pembiayaan tahun jamak periode 2018-2020 yang menelan biaya APBD Barito Selatan sebesar Rp 300 miliar.

Dalam penanganan kasus tersebut ditemukan adanya mal administrasi. Diduga perencanaan dan penganggaran ditemukan ada pada 7 paket proyek yang tergabung dalam proyek multiyears.

Maladministrasi yang dimaksud adalah tidak ditemukannya pos anggaran untuk ke 7 paket proyek multiyears tersebut di dalam Perda APBD Barsel 2018, namun pelelangan tetap dilakukan meski hanya berdasarkan MoU antara legislatif dan eksekutif.

Kepala Seksi Penyidik Kejati Kalteng, Rahmad Isnaini saat dikonfirmasi melalui telepon oleh Borneonews, Senin 7 Oktober 2019 mengatakan jika pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

Pihaknya juga sudah melakukan beberapa pemanggilan kepada pihak terkait untuk diambil keterangan.

"Sementara ini masih tahap penyelidikan, sehingga belum ada saksi yang dipanggil. Namun kami sudah minta keterangan dari beberapa orang untuk menindaklanjuti dugaan korupsi ini," tandasnya. (AGUS/B-6)

Berita Terbaru