Luas Lahan Terbakar di Kotawaringin Timur selama Musim Kemarau Lebih dari 1.000 Hektare

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 07 Oktober 2019 - 21:32 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Luas lahan terbakar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) selama musim kemarau lebih dari 1.000 hektare.

"Luas lahan yang terbakar di Kotim lebih dari 1.000 hektare selama musim kemarau 2019 ini," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, Senin, 7 Oktober 2019. 

Saat ini, pihaknya masih terus mendata luas hutan dan lahan yang terbakar. Sedangkan luas lahan terbakar paling besar terjadi di wilayah selatan. Meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, dan Pulau Hanaut. 

Selanjutnya di kecamatan dalam kota yakni Mentawa Baru Ketapang dan Baamang. 

"Inventarisasi lahan terbakar terus kami lakukan, dan ini merupakan salah satu tugas kami tim Satgas Karhutla di tengah menurunnya status dari tanggap darurat karhutla menjadi transisi pemulihan karhutla," kata Yusup. 

Ia berharap, karhutla tidak terjadi lagi di Kotim. Sehingga bencana kabut asap dan kualitas udara memburuk tidak lagi mengancam masyarakat. 

Sementara itu, sejak 8 Oktober 2019 hingga 30 Oktober 2019, status tanggap darurat karhutla turun menjadi transisi pemulihan karhutla. Hal itu disepakati setelah dalam beberapa hari terakhir Kotim selalu diguyur hujan. Begitu juga dengan kabut asap sudah terjadi lagi dan kualitas udara kembali normal. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)

Berita Terbaru