Hotspot akibat Karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah Menurun Drastis

  • Oleh Arnoldus Maku
  • 07 Oktober 2019 - 22:40 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya- Titik panas atau hotspot akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah menurun drastis. Hal ini tidak lepas dari hujan deras yang melanda sejumlah kabupaten pada Minggu dan Senin, 6-7 Oktober 2019.

"Setelah hujan malam kemarin dan beberapa hari ini membuat hotspot berkurang. Sampai saat ini hotspot sekalteng sisa 10 titik saja," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalteng Mofit Saptono,  Senin, 7 Oktober 2019 malam.

Kesepuluh titik tersebut menurut Mofit, tersebar di Kabupaten Barito Timur, Murung Raya, dan Barito Utara. Sedangkan beberapa kabupaten lainnya dan Kota Palangka Raya masih berada diangka nol atau tidak ada.

"Murung Raya ada enam hotspot, Barito Timur 1 hotspot, Barito Utara 3 hotspot. Ini per pukul 19.00 WIB ya," sebut mantan Wakil Wali Kota Palangka Raya ini. 

Meski titik api berkurang drastis, sejumlah daerah masih memiliki tugas untuk melakukan proses pendinginan. Khususnya di lahan gambut yang susah ditembus air hujan.

"Hotspot berkurang memang, tetapi proses pendinginan masih lumayan banyak di sejumlah daerah," ujarnya. (ARNOL/B-3)

Berita Terbaru