Setelah Bertemu Bupati Perwakilan Pendemo Diterima DPRD Barito Timur

  • Oleh Prasojo Eko Aprianto
  • 08 Oktober 2019 - 20:36 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Setelah sebelumnya perwakilan pendemo diterima bupati, selanjutnya 20 perwakilan massa pendemo diterima pimpinan dan anggota DPRD Barito Timur di ruang rapat pleno untuk menyampaikan tuntutan mereka, Selasa, 8 Oktober 2019.

Para perwakilan pendemo terdiri dari perwakilan karyawan, perwakilan pemilik armada hauling, perwakilan masyarakat pemilik lahan serta simpatisan.

Muhammad Kornelius sebagai perwakilan pemilik armada hauling menyampaikan bahwa dirinya mewakili para pemilik armada hauling yang terdiri dari 180 armada.

Menurutnya, apa yang dialami massa pendemo dan karyawan, pemilik lahan maupun armada yang bernaung di bawah Rimau Grup yakni mereka merasa tanah mereka diambil secara paksa oleh pihak PT Pertamina dan PT Patra Jasa tanpa ada penyelesaian yang positif.

"Yang kedua, armada hauling tidak bisa beroperasi, dengan demikian pemilik armada tidak bisa mencari nafkah dan menghidupi keluarga serta karyawan," kata Kornelius di ruang rapat pleno DPRD Bartim.

Ia juga menjelaskan bahwa karyawan Rimau Grup yang berjumlah 3.000 orang terancam mangalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena tidak bisa hauling dan batu bara tidak bisa diangkut.

Kerena itu pihak pendemo meminta DPRD Bartim untuk mengeluarkan surat rekomendasi yang ditujukan ke Bupati Bartim agar memerintahkan PT Patra Jasa untuk membuka kembali jalan eks Pertamina agar perusahaan yang melewati jalan tersebut dapat beroperasi kembali sambil menunggu proses lebih lanjut terkait sengketa jalan Pertamina supaya tidak timbul konflik sosial yang lebih besar. (EKO/B-5)

Berita Terbaru