Maju di Pilkada Kotim Perlu Modal Puluhan Miliar Dinilai Cuma Menakuti Calon

  • Oleh Naco
  • 08 Oktober 2019 - 20:50 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Adanya anggapan jika ingin memenangkan kontestasi pemilihan kepala daerah atau Pilkada Kotawaringin Timur tahun 2020 harus menyiapkan dana puluhan miliar rupiah dinilai sebagai strategi politik untuk menakuti calon lain agar takut dan tidak maju.

Bahkan isu itu langsung ditepis Bupati Kotim H Supian Hadi. Sebagai figur yang dua kali sudah memenangkan  konstelasi politik itu, Supian menganggap hal itu sangat tidak mendidik masyarakat dengan baik.

Supian menceritakan kemenangan Sahati telak dalam dua periode itu bukan karena  kemampuan uang semata, namun kemampuan dirinya memanejerial tim dan mengkoordinasi tim sehingga menjadi kekuatan yang luar biasa. 


Bahkan, kata Supian selama dua kali dirinya terjun itu dia tidak menemukan adanya mahar politik. Meski ada setoran sejumlah uang ke sejumlah partai namun bukan katagori mahar tetapi sebagai uang untuk pemenangan. Bahkan jumlahnya relatif di bawah miliaran rupiah dan atas dasar kesepakatan.

"Demi Allah, demi Rasulullah, saya tidak ada seperti itu, belajar dari pengalaman Sahati lalu saya tanya ke teman-teman ada serangan fajar atau tidak?, kalaupun  ada itu orang yang mau buat masalah. Jangan pernah berpikir karena duit, dan nanti kalau duduk nanti orientasinya duit juga," kata Supian, Selasa, 8 Oktober 2019.

Supian Hadi juga menduga jika adanya isu harus mengantongi puluhan miliar untuk maju di pilkada itu sebagai bagian dari strategi politik. Agar calon lain mundur  sebelum bertarung karena merasa tidak ada dukungan finansial yang kuat.

Hal ini kata dia memeberikan bayangan ke masyarakat bahwa pilkada ini ladang duit. "Saya akan hargai siapapun yang akan berlaga di pilkada 2020 mendatang," tandasnya.

Sementara itu Sekda Kotim H Halikinnor menyebutkan sangat tidak sepakat jika semuanya dinilai dengan uang. "Apalagi dari kalangam ASN mana uangnya sebanyak itu," ujarnya.

Halikinnor meyakini tanpa menyiapkan dana sebanyak itu dirinya mampu maju. Karena yang akan dijual kepada masyarakat nanti adalah visi dan misi.

"Kalau harus pakai uang sebanyak itu berarti berpikir mengembalikannya nanti. Berapa sih gaji bupati?, kecuali ada yang rela dengan uang sebanyak itu," tandasnya. (NACO/B-5)

Berita Terbaru