Menggunakan Tugboat Senggora Mariner, Tim Gabungan Berupaya Mencari KM Berkat Barokah

  • Oleh Wahyu Krida
  • 09 Oktober 2019 - 19:06 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menggunakan Tugboat Senggora Mariner, 24 anggota tim gabungan yang terdiri dari awak kapal, Basarnas, Tagana, BPBD, TNI, dan Polri, berupaya mencari keberadaan KM Berkat Barokah yang hilang kontak bersama 3 orang awaknya pada Jumat, 4 Oktober 2019.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Wahyu Prihanto, mengungkapkan sejak berangkat dari posko pencarian di Kantor KSOP, Selasa, 8 Oktober 2019 pukul 23.34 WIB, tim gabungan hingga Rabu, 9 Oktober 2019, masih berupaya mencari keberadaan KM Berkat Barokah.

"Sejak berangkat dari Dermaga KSOP di Pelabuhan Kumai, tim pencari memerlukan waktu 8 jam menuju titik koordinat 03°35’00” S 111°41’00”E yang menjadi lokasi hilangnya kontak kapal tersebut pada 4 Oktober 2019 sekitar pukul 20.00," jelas Wahyu.

Ia melanjutkan, dalam tim pencari juga diikutsertakan pihak keluarga ketiga awak kapal KM Berkat Barokah.

"Sebelumnya, pihak keluarga juga sempat mencari saat KM Berkat Barokah diketahui hilang kontak. Lantaran upaya keluarga masih belum membuahkan hasil, mereka kemudian melaporkan kejadian ke Pos SAR Pangkalan Bun untuk meminta bantuan," ujar Wahyu.

Seperti diberitakan, 3 nelayan asal Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kobar, yang melaut sejak Jumat, 4 Oktober 2019, hilang kontak hingga saat ini.

Identitas ketiga nelayan tersebut yakni Irwansyah alias Dondoy, 35, Sunarto alias Nato, 35, dan Subanrio alias Iban, 40. Semuanya warga Gang Kenanga, Jalan  Perwira, RT 10, Kelurahan Mendawai. (WAHYU KRIDA/B-3)

Berita Terbaru