Jumlah Wajib Pajak di Pulang Pisau Meningkat Tapi Kepatuhan Rendah

  • Oleh James Donny
  • 09 Oktober 2019 - 20:00 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Meski jumlah wajib pajak di Kabupaten Pulang Pisau mengalami kenaikan, kepatuhan sebagai wajib pajak masih rendah. Demikian disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan Konsultasi Perpajakan  atau KP2KP Pulang Pisau, Singgih Putro Prasetyo, Rabu, 9 Oktober 2019.

Ia mengatakan KP2KP Pulang Pisau melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Baik melalui telepon, SMS, hingga mengirim surat kepada yang bersangkutan.

Namun, upaya tersebut masih belum dapat memberikan kesadaran kepada wajib pajak. Karena kurang kesadaran itu membuat jumlah wajib pajak yang ada tidak seimbang dengan wajib pajak yang membayar kewajiban. 

Masalah kepatuhan tersebut terutama bagi wajib pajak usahawan atau wajib pajak pribadi, badan, CV, dan koperasi. 

Kebanyakan masyarakat mengajukan NPWP sebagai wajib pajak hanya untuk syarat permohonan kredit di bank. 

Setelah mendapatkan NPWP, wajib pajak tersebut lupa dengan kewajibannya. Padahal sudah diingatkan hak dan kewajiban pada saat mengajukan NPWP.

Status sebagai wajib pajak tersebut katanya akan terus melekat, bahkan seumur hidup, kecuali yang bersangkutan tidak lagi berpenghasilan atau memiliki usaha lagi.

Singgih menjelaskan wajib pajak dapat mengajukan permohonan penghapusan NPWP apabila memang sudah tidak berpenghasilan. "Jika tidak lagi berusaha, wajib pajak harus melaporkan ke kantor KP2KP," ujarnya. 

Dia mengimbau kepada masyarakat wajib pajak yang masih aktif agar memenuhi kewajibannya membayar pajak dan melaporkannya. 

Menurutnya kepatuhan wajib pajak baik pribadi, usahawan, badan dan koperasi, sangat memberikan kontribusi untuk pembangunan agar berjalan dengan baik. (JAMES DONNY/B-3)

Berita Terbaru