Anggota Komisi I Nilai BUMD Kotim Dinilai Belum Punya Terobosan Usaha

  • Oleh Naco
  • 09 Oktober 2019 - 20:06 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Rencana Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD Kabupaten Kotim untuk mengambil alih usaha pengelolaan parkir dikritik anggota Komisi I DPRD Kotim, Rimbun. Ia menilai, BUMD Kotim tidak punya terobosan usaha sendiri.

Menurutnya, pengambilalihan itu memberikan gambaran jika BUMD tidak memiliki inovasi dan terobosan untuk membuka bidang usaha lain. Pasalnya parkir saat ini sudah dikelola.

Rimbun menyarankan agar BUMD Kotim lebih baik melirik usaha untuk sektor lain yang belum tergarap seperti perkebunan karet dan rotan. Selama ini kedua sektor usaha itu  belum pernah digarap. 

"Jangan diambil alih karena parkir selama ini secara pemasukan sudah baik. Kalau masih belum optimal tinggal mendorong SOPD teknisnya saja," kata Rimbun, Rabu, 9 Oktober 2019.

Rimbun juga mempertanyakan manakala BUMD mengambil usaha parkir, apakah ada jaminan setoran ke kas daerah bisa meningkat.

"Kalau toh masih sama dengan pola sekarang saya kira tidak usahlah, BUMD mestinya garap sektor-sektor besar lainnya, untuk meningkatkan PAD kita," tegas Rimbun 

Menurut dia pengelolaan sektor perkebunan karet dan rotan jika dilakukan secara serius maka akan membawa dampak positif. Selama ini pemerintah belum serius menggarap, besar harapan dengan adanya BUMD itu bisa dikembangkan.

"Contoh saja untuk rotan, BUMD bisa saja mengelolanya dan langsung memproduksi hingga barang jadi. Dengan demikian maka dampaknya  kepada petani akan meningkatkan harga jual, selain itu pemerintah juga mendapatkan pendapatan," tegasnya.

Rotan lanjut dia bisa diolah jadi berbagai kerajinan produk lokal yang memiliki nilai ekonomis tinggi, pangsa pasarnya tidak perlu dikhawatirkan mulai dari dalam daerah hingga ke luar daerah. 

Selain itu, untuk karet, dia juga mengatakan pemerintah bisa membeli dari tingkat petani. Selanjutnya apakah dipasok ke pabrik pembuat barang jadi atau lainnya. Hal itu juga akan membawa efek kesejahteraan bagi petani karet yang selama ini mengeluhkan kondisi harga yang murah.

Berita Terbaru