Tersangka JE Mengetahui Adanya Larangan Membakar Lahan

  • Oleh Norhasanah
  • 10 Oktober 2019 - 14:42 WIB

BORNEONEWS, Sukamara - Tersangka pembakar lahan di Jalan Kasiba Lasiba Desa Pudu, Kecamatan Sukamara mengaku mengetahui adanya larangan membakar dari pemerintah.

"Ini adalah musibah bagi saya, karena sebelum membakar saya juga sudah membersihan parit yang ada di lahan," ucap JE saat diwawancarai, Kamis 10 Oktober 2019.

Dirinya mengetahui bahwa membakar adalah perbuatan yang dilarang, namun dia menduga apabila membakar dengan jumlah yang kecil tidak akan jadi masalah.

"Saya kira membakar sedikit tidak jadi masalah, tahu-tahu apinya membesar dan meluas, lahan yang saya bakar itu sekitar 100 x 40 meter," terangnya.

Tersangka mengaku menyesal atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. "Jera, kapok saya. Jangan lagi ini terjadi," tukasnya.

Tersangka JE dikenakan Pasal 187 ke 1 KUHP atau Pasal 108 junto Pasal 69 ayat 1 huruf h UU No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan acamanan kurungan paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun, serta denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. (NORHASANAH/B-6)

Berita Terbaru