SSMS Kick Off Meeting Implementasi Suistainability Policy Bersama Daemeter Consulting

  • Oleh Ainun Nadzifatus Sholikhah
  • 10 Oktober 2019 - 19:46 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS melaksanakan kick off meeting implementasi kebijakan keberlanjutan (suistainibility policy). Hal ini bertujuan membahas komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan aspek-aspek keberlanjutan yang tertuang pada Sustainability Policy SSMS. 

Kick off meeting ini dilaksanakan bersama Daemeter Consulting yang merupakan perusahaan konsultan independen dalam mempromosikan pembangunan berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan adil.

Menurut Aisyah, perwakilan dari Daemeter Consulting, selain menjalankan kebijakan keberlajutan, setiap perusahaan perkebunan perlu menerapkan kebijakan NDPE atau No Deforestation Peatland and Exploitation. Ini artinya setiap perusahaan tidak diperbolehkan untuk melakukan penebangan hutan, penanaman di lahan gambut dan eksploitasi dalam bentuk apapun.

“Sebagai anggota RSPO, sudah semestinya SSMS menerapkan kebijakan NDPE. Kebijakan ini mangharuskan perusahaan untuk tidak melakukan penebangan hutan, menanam sawit di lahan gambut, menggantikan hutan primer dengan tanaman sawit dan eksploitasi terhadap pekerja ataupun yang lainnya,” ujar Aisyah di Pangkalan Bun, Rabu (09/10/2019).

Ia menambahkan bahwa sebenarnya Suistainibity policy SSMS sudah mencakup semua kebijakan NDPE.

“Poin-poin kebijakan NDPE ini ternyata sudah tertera pada suistainiility policy milik SSMS. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya, suistainibility policy SSMS lebih kuat dibandingkan kebijakan NDPE,” tambahnya.

Selama rapat berlangsung, Tim Daemeter Consulting memaparkan rencana kerja tahap awal program Core. Adapun program tersebut diantaranya mereview implementasi dari Sustainability Policy, gap assessment dan pemetaan risiko NDPE (No Deforestation Peatland and Exploitation. Hal ini untuk melihat sejauh mana pengimplementasian Sustainability Policy SSMS dan strategi yang tepat untuk diterapkan. Seperti memperbarui prosedur, sumber daya (training capacity building), monitoring dashboard keberlanjutan, mengukur dan megevaluasi pengembangan sistem perusahaan serta mengadakan kegiatan untuk merangkul stakeholder.

Dalam rapat ini juga, Plt Head of Sustainability  Rudy Hendrarto memaparkan progress implementasi Sustainability Policy. 

“Sejauh ini sertifikasi RSPO telah mencapai 60% yang mencakup SSMS Group. Target hingga akhir 2019 sudah mencapai 80% di mana dua anak perusahaan telah melalui tahap main assessment sertifikasi yang terintegrasi RSPO dan ISPO,” ungkap Rudy.

Ia juga menjelaskan, perusahaan berkomitmen dalam membantu petani smallholder binaan SSMS untuk mendapatkan sertifikasi RSPO.

“Bulan September lalu, sebanyak 340 petani smallholder dengan total luasan 700 ha sudah dilakukan main assessment untuk mendapatkan sertifikasi RSPO dari target 1000 ha. Harapannya dalam waktu dekat ini kita bisa memenuhi target yaitu 300 ha lagi,” tambah Rudy.

Tidak hanya mengantongi sertifikasi RSPO dan ISPO, Rudy menambahkan bahwa SSMS juga sudah memperoleh sertifikasi ISCC (International Sustainability and Carbon Certification). Hal ini merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca seperti yang tertuang dalam Sustainability Policy.

Selain itu, sebagai bentuk penghargaan kepada stakeholder dan pekerja dalam lingkup perusahaan, SSMS juga telah mengantongi HAM (Hak Asasi Manusia) untuk tiga anak perusahaan.

“Hingga tahun 2019, kita sudah memegang sertifikasi HAM untuk tiga anak perusahaan dibawah SSMS. Harapannya beberapa tahun ke depan, semua anak perusahaan SSMS Group bisa mendapatkan sertifikasi HAM tersebut,” jelasnya.

Kerjasama antara Daemeter Consulting dan SSMS ini akan berlangsung selama tiga tahun, yaitu sejak tahun 2019 hingga tahun 2022. Selaku Chief Executive Officer (CEO) PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Vallauthan Subraminam menaruh harapan besar dengan adanya kerjasama ini. 

“Perusahaan berharap kerjasama dengan Daemeter Consulting dapat menjadi penguat dan meningkatkan kepercayaan buyer dan investor ditengah maraknya perang dagang dalam industri sawit,” ucap Vallautahan dalam sambutannya.

Selain itu, dengan menggandeng Daemeter Consulting sebagai advisor, Vallauthan berharap bahwa program Core ini nantinya dapat membantu SSMS. Terutama dalam membangun aspek sustainability dan melaporkan ke publik bahwa perusahaan telah menjalankan aspek sustainability sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Dengan adanya Daemeter di sini, kami berharap dapat membantu memberikan klarifikasi atas tuduhan-tuduhan kepada kami yang disampaikan oleh pihak luar,” ungkap Vallauthan.

Rapat ini juga turut dihadiri oleh Chief Operation Officer (COO), direktur marketing, para regional head, general manager, dan jajaran manager SSMS. (AINUN NADZIFATUS SHOLIKHAH)

Berita Terbaru