Atasi Jamur Akar Putih, Dinas Pertanian Barito Timur Adakan Sekolah Lapang kepada Petani Karet

  • Oleh Prasojo Eko Aprianto
  • 11 Oktober 2019 - 14:22 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Barito Timur mengadakan sekolah lapang di Desa Janah Jari, Kecamatan Awang.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari mulai 10 - 11 Oktober 2019 serta diikuti oleh 30 petani karet dari 2 kelompok tani dari Desa Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui dan Desa Janah Jari, Kecamatan Awang.

"Komoditas utama petani kita adalah tanaman karet, karena itu dinas pertanian melakukan sekolah lapang yang terkait dengan pengenalan, pengamatan, dan pengendalian jamur akar putih," kata Kepala Distanak Barito Timur, Riza Rahmadi, Jumat 11 Oktober 2019.

Menurut Riza, jamur akar putih pada tanaman karet jika sudah memasuki stadium 3 dan stadium 4 sulit ditangani. Itu sebabnya petani perlu pengetahuan cara pengendaliannya.

"Sebelum mencapai stadium tersebut, kita memberikan pemahaman pada petani kita karena banyak petani ketika menebang pohon karet yang terserang jamur akar putih, langsung diganti dengan tanaman karet muda, padahal hal itu sangat riskan terserang kembali karena akar tanaman yang lama masih tersisa dalam tanah," imbuhnya.

Sekolah lapang dilakukan di Desa Janah Jari ini agar petani lebih dekat lokasi kebun sebagai contoh untuk belajar tentang jamur akar putih, karena Desa Janah Jari merupakan lokasi yang tanaman karetnya paling banyak diserang jamur akar putih.

"Pemateri sekolah lapang yang juga diikuti penyuluh lapang dari BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Kecamatan Patangkep Tutui dan BPP Kecamatan Awang ini berasal dari Balai Perlindungan Tanaman Palangka Raya," pungkasnya. (PRASOJO/B-6)

Berita Terbaru