BI: Permintaan Alat Kesehatan Meningkat Selama Kabut Asap

  • Oleh Testi Priscilla
  • 11 Oktober 2019 - 15:02 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor Parwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando melalui Ketua Tim Advisory, Setian mengatakan jumlah permintaan alat kesehatan meningkat sejak bencana kabut asap terjadi pada akhir Juli hingga September 2019.

"Dari sektor jasa kesehatan, terjadi permintaan alat-alat kesehatan yang meningkat tajam sejak bencana asap terjadi," kata Setian, Jumat 11 Oktober 2019.

Alat kesehatan yang jumlah permintaannya meningkat seperti masker, oksigen murni, dan multivitamin.

"Tapi walau permintaan meningkat, harganya cenderung stabil dan terjaga. Hal ini disebabkan oleh harga barang yang sudah ditetapkan dari apotek pusat bagi apotek ritel cabang, dan adanya penetapan harga eceran tertinggi untuk beberapa jenis obat dan multivitamin," jelasnya.

Selain itu berdasarkan pemantauan, ditemukan pula pedagang yang justru memberi diskon pada masker dan tabung oksigen murni, dengan potongan harga atau promo pemberian masker gratis setelah pembelian masker atau tabung oksigen dalam jumlah tertentu.

"Pedagang mengutarakan keinginannya untuk tidak terlalu mencari untung dari kejadian bencana asap yang menyusahkan masyarakat. Diperkirakan bahwa dalam waktu dekat, tidak ada kenaikan harga atas barang-barang seperti itu juga," prediksinya. (TESTI PRISCILLA/B-6)

Berita Terbaru