Berawal dari Hobi, Agustinus Sukses Menangkar Burung Murai Batu

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 12 Oktober 2019 - 16:10 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Berawal dari hobi memelihara burung berkicau, Agustinus Nur Salim, sukses menangkar burung Murai Batu.

Apa yang dicapai lelaki 60 tahun ini memberikan gambaran bahwa hobi tidak selalu membuat seseorang mengeluarkan biaya yang banyak. Melainkan juga bisa menjadi sumber uang.

"Sempat beberapa kali gagal ketika saya coba, namun sekarang sudah bisa," kata warga RT 07 kelurahan Taniran, Kecamatan Benua Lima, Kabupaten Barito Timur, di rumahnya, Sabtu, 12 Oktober 2019.

Menurutnya, hal yang paling penting untuk dapat menangkar murai batu adalah pemahaman penangkar terkait karakter dan seputar kehidupan murai batu. Karena itu, pembuatan kandangnya sebisa mungkin mendekati suasana di habitat aslinya.

"Di alam bebas, murai batu memiliki siklus seperti, mulai belajar bersuara, mengenal lingkungan, pergantian bulu, masa birahi atau kawin, bertelur, membesarkan anak dan lain-lain, kita harus paham itu," imbuhnya.

Untuk mengawinkan murai batu penangkar harus mengetahui masa birahi burung tersebut dan ciri-cirinya. Saat betina mulai mengerami telurnya, pejantan harus dipisahkan atau dipindahkan ke kandang betina lain yang akan dikawinkan agar tidak mengganggu betina yang sedang mengerami telur.

"Burung jenis ini cukup mudah dibiakkan, biasanya awal bertelur cuma satu selanjutnya bisa sampai empat buah telur," kata Agustinus.

Yang tak kalah penting agar sukses membiakkan murai batu, lanjutnya, asupan makanan bagi bayi murai batu maupun yang sudah dewasa harus diperhatikan.

Sekalipun penangkaran murai batu tersebut dilakukan sebagai hobi, namun Agustinus mengaku sudah menikmati hasil penjualan anakan murai batu hasil penangkarannya.

"Anakan murai batu bisa dijual dengan harga 400 ribu sampai 500 ribu, kadang masih dierami sudah ada yang pesan," pungkas Agustinus. (AGUSTINUS BOLE MALO/B-5)

Berita Terbaru