Harga TBS Sawit di Kabupaten Katingan Masih Anjlok

  • Oleh Abdul Gofur
  • 12 Oktober 2019 - 17:30 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Harga tandan buah segar atau TBS kelapa sawit di Kabupaten Katingan dilaporkan masih anjlok. Di tingkat petani, saat ini harga TBS sawit itu hanya dihargai Rp 800 per kilogram oleh pengepul.

Anjloknya harga kelapa sawit ini menyebabkan petani atau pemilik kebun sawit di Kabupaten Katingan tidak memanen buah sawitnya, kecuali harga TBS sawit di tingkat petani ini tembus Rp 1000 atau lebih per kilogramnya.

"Sudah lama tanaman kelapa sawit kami tidak dipupuk karena sekarang harganya murah. Tapi kalau harganya bisa normal lagi pasti kita akan pupuk lagi," kata Manto, salah seorang pemilik kebun kelapa sawit di Kasongan, Sabtu, 12 Oktober 2019.

Karena tidak dipupuk, buah kelapa sawit miliknya tidak sempurna atau kecil-kecil. "Terkadang kami panen, tapi karena tidak dipupuk buahnya tandannya kecil-kecil," katanya.

Selain itu dengan kondisi harga TBS sawit yang anjlok saat ini jika harus dipanen dengan mengupah tenaga kerja, maka ia tidak memiliki keuntungan. "Kalaupun ada kelebihannya itu sangat tipis sekali, makanya kita beberapa bulan ini tidak memanen buah sawit itu, kita biarkan membusuk di pohon," katanya.

Sebenarnya, kata Manto, pengepul ada saja yang siap membeli buah kelapa sawitnya itu. Akan tetapi karena harganya murah sehingga ia lebih memilih tidak memanen, sambil menunggu harga TBS sawit kembali normal. 

"Harapan kami harga TBS sawit ditingkat petani bisa kembali normal, paling tidak seribu lah per kilonya atau lebih sedikit, tapi kakau delapan ratus kami lebih baik tidak memanen," imbuhnya.

Sementara itu, pemilik kebun sawit di UPT Hiyang Bana juga mengeluhkan anjloknya TBS sawit tersebut. Namun petani di UPT Hiyang Bana Kecamatan Tasik Payawan ini masih bisa menjual TBS sawit dengan lancar meski harga anjlok. "Kalau waktunya panen ya kita panen, sayang kalau dibiarkan busuk di pohon," kata Erfi warga UPT Hiyang Bana.

Menurutnya tidak sedikit pengepul kelapa sawit di wilayahnya yang siap menampung TBS sawit itu. "Kalau pemasarannya enak saja, karena banyak yang menampung, sebab dekat dengan pabrik milik PT Arjuna, tapi yaitu tadi harganya sekarang sedang anjlok," imbuh Erfi. (ABDUL GOFUR/B-2)

Berita Terbaru