SMPN 3 dan MAN Sampit Jadi Percontohan Sekolah Siaga Kependudukan 

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 14 Oktober 2019 - 16:20 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sekolah Menengah Pertama Negeri atau SMPN 3 Sampit dan Madrasah Aliah Negeri (MAN) Sampit menjadi percontohan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan juga Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai sekolah siaga kependudukan (SSK). 

"SMPN 3 dan MAN Sampit menjadi percontohan sebagai sekolah siaga kependudukan," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Ellena Rosie, Senin, 14 Oktober 2019. 

Dipilihanya dua sekolah baik di jenjang menengah pertama dan menegah atas tersebut, karena dari segi prestasi dan juga siswa yang bersekolah cukup banyak. Sehingga hal itu menjadi faktor utama dipilihnya SMPN 3 dan MAN Sampit sebagai Sekolah Siaga Kependudukan. 

Murid yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut nantinya akan diberikan pembelajaran tentang kependudukan. Terutama dalam menjalin rumah tangga, seperti halnya menekan angka kelahiran, menekan kematian ibu, dan menghindari pernikahan dini. 

"Jadi mereka nanti akan diberikan materi terkait dengan kependudukan, terutama 3 poin tersebut," kata Rosie. 

Hal tersebut sebagai upaya memberi tahu kepada para murid bahwa ketahanan keluarga adalah sangat penting. Sehingga nantinya para murid yang sudah lulus dapat mengetahui cara berkeluarga yang benar dan apa saja tanggungjawab yang harus dilakukan saat berkeluarga nantinya.

"Jika mereka sudah tahu akan hal tersebut, maka dapat menekan pernikahan dini. Mereka akan memilih menikah jika laki-laki di umur 25 tahun, dan perempuan umur 21 tahun," terang Rosie. 

Dirinya berharap agar ke depan makin banyak sekolah di Kotim yang ditetapkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan. Sehingga materi kependudukan untuk anak-anak bisa diberikan secara merata. (MUHAMMAD HAMIM/B-2) 

Berita Terbaru