Gubernur Harapkan Satuan Pengawas Intern Miliki Kompetensi Kawal Manajemen Rumah Sakit

  • Oleh Budi Yulianto
  • 14 Oktober 2019 - 22:10 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengharapkan satuan pengawas intern atau SPI memiliki kompetensi dan kapabilitas untuk mengawal manajemen rumah sakit dalam menerapkan pengelolaan keuangan yang efektif, efisien dan akuntabel.

Ini disampaikan gubernur melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Provinsi Kalimantan Tengah, Endang Kusriatun dalam kegiatan launching sistem supervisi internal rumah sakit di salah satu hotel di Palangka Raya, Senin, 14 Oktober 2019.

Ia menuturkan, pada dasarnya tugas SPI adalah membantu manajemen atau pimpinan rumah sakit untuk pengamanan harta kekayaan, menciptakan akurasi sistem informasi keuangan, menciptakan efisiensi dan produktivitas serta mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen dalam menerapkan praktek bisnis yang sehat. 

"Yakni penyelenggaraan fungsi organisasi berdasarkan kaidah-kaidah manajemen yang baik dalam rangka pemberian layanan yang bermutu, berkesinambungan dan berdaya saing," katanya.

Endang melanjutkan, launching sistem supervisi internal rumah sakit, badan layanan umum daerah merupakan salah satu bentuk inovasi dari BPKP perwakilan Provinsi Kalteng.

"Kami berterimakasih kepada BPKP Perwakilan Provinsi Kalteng yang telah bersedia membantu untuk mengawal akuntabilitas pengelolaan keuangan rumah sakit daerah," ungkapnya.

Ia menambahkan, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan dan kemajuan tekhnologi.

Selanjutnya, kehidupan ekonomi masyarakat harus mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

"Dengan demikian, diharapkan agar rumah sakit terus meningkatkan mutu dan jangkauan layanan kesehatannya," pungkasnya. (BUDI YULIANTO/ADV/B-2)
 

Berita Terbaru