Rakor Kedua Program Inovasi Desa Diharapkan Dorong Pembangunan di Kalteng 

  • Oleh Budi Yulianto
  • 15 Oktober 2019 - 19:20 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rapat Koordinasi Kedua Program Inovasi Desa atau PID yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau DPMDes Kalteng diharapkan mampu mendorong pembangunan di Kalteng. 

"Harapannya PID bisa berjalan walaupun program selesai karena berbagai hal positif yang telah lahir selama tiga tahun ini," kata Ketua Panitia Rakor sekaligus PPK Satker P3MD-PID, Etty Aprilya, Selasa, 15 Oktober 2019.

"Desa didorong untuk terus berinovasi dalam melakukan pembangunan di wilayahnya. Baik terkait inovasi di bidang infrastruktur, sumber daya manusia maupun ekonomi," imbuhnya.

Ia menuturkan, program PID yang diluncurkan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi atau Kemendes PDTT akan berakhir di 2019 ini. 

"PID sebagai instrumen program di Kemendes PDTT telah membuat perencanaan dan penganggaran di desa semakin terarah dalam pembangunan. Juga berefek pada peningkatan bagi masyarakat sesuai dengan tujuan besar pemerintah yaitu pembangunan dari pinggiran atau pedesaan," bebernya.

Etty menjelaskan, rakor tersebut merupakan yang terakhir. Di 2020, tidak ada lagi program ini. Oleh sebab itu, ia berharap dalam rakor itu semua tim inovasi kabupaten (TIK) dan TPID bisa menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan program inovasi desa. 

Baik dalam bentuk laporan pertanggungjawaban, praktik cerdas maupun mereplikasikannya untuk desa. 

"Jangan sampai program ini sia-sia. Intinya adalah programnya berakhir di 2019, tapi penerapannya harus terus di replikasikan di 2020," tuturnya.

Sebelumnya, rakor tersebut dimulai pada Senin, 14 Oktober 2019 di salah satu hotel di Palangka Raya. Kegiatan ini diikuti ratusan orang dan dibuka oleh Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum, Kaspianor. Malam ini, Selasa 15 Oktober 2019 akan ditutup. (BUDI YULIANTO/B-2)

Berita Terbaru