Misteri 2 Tahun Kematian Nur Fitri

  • Oleh Naco
  • 16 Oktober 2019 - 10:52 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Nur Fitri, nama itu mungkin sulit hilang di benak masyarakat kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Bahkan kini genap 2 tahun setelah ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Namun siapa pelaku pembunuhnya masih misteri sampai saat ini.

Jasad Fitri ditemukan di pinggir Jalan Pramuka, Sampit. Saat itu jasadnya sudah terbujur kaku dengan kondisi bagian wajah berdarah dan bekas luka akibat hantaman benda tumpul.

Ia diduga menjadi korban pembunuhan setelah jasadnya ditemukan pada 14 Oktober 2019 pagi oleh pengendara yang melintas di lokasi kejadian.

Fitri merupakan istri Atjin. Bahkan dalam kasus ini Atjin salah satu saksi yang pernah diperiksa penyidik kepolisian, termasuk karyawan dan mantan karyawan Atjin. Selain itu juga beberapa orang lainnya yang diperiksa.

Di antarnya teman korban yang pada malam sebelum korban ditemukan tewas pergi bersamanya ke hiburan malam.

"Memang sampai saat ini kita mempertanyakan mengapa sulit sepertinya kasus Fitri diungkap, karena ini sudah dua tahun," kata Pengamat Hukum dan Politik di Kotim, Bambang Nugroho, Rabu 16 Oktober 2019.

Bambang meminta agar kasus Fitri tidak menghilang begitu saja, meski sudah dua tahun ini agar kasus itu terus diungkap, sehingga siapa pelaku pembunuhannya bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Termasuk jika pimpinan polres atau penyidik berganti. Ia meminta untuk tetap berkomitmen mengungkap kasus ini dan menjadikannya sebagai atensi.

Bambang juga sepakat jika kasus kematian Fitri itu diambil alih oleh penyidik Polda Kalteng atau Mabes Polri.

Bilamana penyidik polres kesulitan untuk mengungkapnya. Termasuk Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak agar ikut mengungkap dan meminta aparat terus menelisik kasus ini agar jangan sampai kasus tersebut tidak jelas muara penyelesaiannya. (NACO/B-6)

Berita Terbaru