Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Malang

  • Oleh Inilah.com
  • 17 Oktober 2019 - 08:40 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Densus 88 Antiteror Polri menangkap lagi 2 terduga teroris yang masih terkait dengan insiden penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto. Pelaku dibekuk di Malang, Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menyampaikan, penangkapan dilakukan pada Selasa 15 Oktober 2019 sekitar pukul 13.05 WIB.

"Bahwa telah dilaksanakan penangkapan oleh Densus 88 terhadap terduga teroris atas nama RK, yang mana merupakan kelompok dari Abu Rara, terkait dengan penusukan Menkopolhukam Bapak Wiranto di Pandeglang," tutur Kombes Barung, Rabu (16/10/2019).

Menurut Barung, selain RK (27), Tim Densus 88 Antiteror Polri turut menangkap istrinya yakni APH (30).

"Untuk saat ini terduga teroris diamankan menuju Mako Batalyon B Pelopor Jalan Raya Ampeldento, Kecamatan Pakis, Kota Malang. Adapun barang sitaan akan kami laporkan pada kesempatan pertama," kata Barung.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap 26 terduga teroris usai insiden penusukan Menteri Koodinator Bidang Politik Hukum dan Kemananan (Menkopolhukam) Wiranto.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, terakhir ada empat terduga teroris yang ditangkap di lokasi berbeda. S dan LT diringkus di Cirebon, sementara DP dan MNA di Bandung.

"LT ini dipersiapkan sebagai suicide bomber. Sasarannya adalah Mako Polri di Cirebon dan tempat ibadah di Cirebon. Bom sudah dipersiapkan oleh JAD Cirebon. Campuran bom ini ada paku, ada baut, ada gotri. Namun sekarang ada tambahan lagi, bahan-bahan kimia berbahaya," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa 15 Oktober 2019.

Sementara untuk terduga teroris di Bandung, lanjut Dedi, mereka memang turut mengincar aparat kepolisian dan sejumlah rumah ibadah. Hanya bedanya, kelompok JAD di sana tidak menyiapkan aksi bom bunuh diri.

"Yang baru ditangkap DP dan MNA. Dari MNA barang bukti ada airsoftgun, pisau lipat, dan satu botol cairan putih yang didalami labfor. Untuk JAD Bandung sasarannya polisi dan tempat ibadah. Kalau Cirebon suicide bomber, kalau Bandung penyerangan menggunakan senjata itu tadi," jelas dia.

Berita Terbaru